Dewasa Berarti Berbuah

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 10:35-45

RHEMA HARI INI
Markus 10:43b-44 Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

Perusahaan-perusahaan maju di manca negara memiliki cara yang sangat baik dalam melatih orang-orangnya menjadi karyawan yang andal. Salah satunya adalah dengan menempatkan karyawan tersebut dalam posisi sebaliknya. Jika karyawan tersebut bekerja sebagai sales, maka sebelum menjadi sales, karyawan tersebut diposisikan sebagai pembeli lebih dulu. Maka karyawan bagian penjualan akan dilatih di bagian pembelian supaya tahu rasanya jadi pembeli dan seperti apa pelayanan yang diharapkan dari penjualnya. Tahu rasanya bagaimana diperlakukan, sehingga kelak bisa memperlakukan pelanggan dengan baik.

Bagian Research and Development tidak boleh melakukan riset di balik meja, sebaliknya mereka harus turun ke pasar supaya tahu persis apa yang diinginkan oleh pelanggan. Intinya, harus mengalami dulu supaya tahu hal terbaik apa yang harus mereka lakukan dalam pekerjaannya. Layani pelanggan dengan baik, sebagaimana kita juga ingin dilayani dengan baik saat menjadi pelanggan. Ketahui apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan, sebagaimana kita sebagai pelanggan ingin kebutuhan kita dijawab. Kita akan mampu menyelami pelanggan ketika kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Bisa memikirkan apa yang mereka pikirkan. Bisa melakukan seperti yang mereka harapkan. Dengan cara melayani seperti ini, kita telah berhasil menjawab kebutuhan pelanggan yang paling mendasar.

Ya, dengan cara melayanilah kita bisa menjadi besar. Bila kita ingin meningkat dalam kuasa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, kita harus mengambil tindakan melayani. Melayani berarti berbuah bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Semakin kita melayani dan menjadi berkat bagi banyak orang, semakin besar Tuhan akan mempercayakan kuasa-Nya dalam hidup kita. Sebab Ia tahu bahwa kuasa yang dipercayakan-Nya kepada kita, dipakai untuk kepentingan-Nya dan untuk memperluas kerajaan-Nya di muka bumi.

RENUNGAN
Sadarilah bahwa bagi Bapa Sorgawi, ANAK YANG DEWASA adalah anak yang MELAYANI dan MENGHASILKAN BUAH ROH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda melakukan tindakan melayani?
2. Sudahkah Anda berbuah dan menjadi berkat bagi orang lain?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa terus berbuah dan menjadi berkat bagi orang lain?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu menjadi anak-MU yang terus bertumbuh dewasa di dalam Engkau. Kami rindu berbuah banyak dan menjadi berkat bagi banyak orang sehingga hidup kami bisa memuliakan nama-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.