Diawali dari Kerelaan Hati

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 26 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

Lukas 1:26-38

RHEMA HARI INI

Lukas 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Persediaan makanan sudah sangat menipis. Hanya cukup untuk sehari lagi bagi janda itu dan anak satu-satunya. Dan seperti biasa, hari itu dia pergi ke hutan untuk mencari kayu api. Benar-benar hampir putus asa, karena pertolongan Tuhan tidak juga datang. Namun sesungguhnya, masih ada iman dan pengharapan yang dia simpan bahwa pertolongan Tuhan pasti tidak akan terlambat. Tiba-tiba di kejauhan, ada suara seseorang yang meminta air kepadanya. Tanpa menunggu lama, janda ini segera memberikan pertolongan kepada seorang asing yang sedang kehausan itu. Namun siapa sangka orang asing itu juga meminta sepotong roti kepadanya. Pikirannya langsung berkecamuk. Dia memang masih bisa membuat sepotong roti. Tapi itu jatah terakhir untuk dirinya sendiri dan anaknya. Bagaimana dia bisa mengambil keputusan yang sulit itu? Namun orang asing yang disebut sebagai abdi Allah itu mengingatkannya pada janji Allah bahwa dia tidak perlu takut. Tuhan akan menolongnya. Tepung dan minyaknya tidak akan habis justru saat dia berani menabur untuk Tuhan melalui abdi Allah itu.

Apakah janda itu berani untuk mempercayai janji Tuhan melalui ucapan abdi Allah itu? Secara logika hal itu sangat konyol. Menukarkan tepung dan minyak yang sudah pasti ada, dengan sesuatu yang belum terlihat. Sangat tidak masuk akal. Namun imannya lebih memilih untuk taat dan mengikuti bagaimana cara Tuhan menolong. Dan benar-benar keajaiban terjadi. Setelah janda itu membuatkan sepotong roti untuk abdi Allah yang bernama Elia itu, tepung dan minyak di rumahnya tidak habis-habis sampai musim hujan datang!
Jalan Tuhan memang sangat unik. Tapi terbukti Dialah yang paling mengetahui ada apa di depan sana, akhir seperti apa dari jalan yang Anda pilih. Bisa saja janda itu memilih untuk tidak melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, namun pasti hari-hari selanjutnya yang dilalui oleh janda itu tidak semudah seperti ketika dia memilih untuk taat. Mungkin janda ini harus bekerja lebih mati-matian hanya demi menyambung hidup sehari demi sehari. Tapi lihatlah kehidupannya saat dia memilih untuk taat: janda itu tinggal menuang tepung dan minyak yang tidak pernah habis.

Pada awalnya, memilih untuk taat memang membutuhkan perjuangan. Menaklukkan pikiran manusia, merelakan hati dan kehendak pribadi kepada cara Tuhan, bahkan terkadang sampai harus melawan logika. Namun, ketika ada iman dan hati yang percaya bahwa cara Tuhan jauh lebih efektif, jauh lebih mudah, jauh lebih baik, pada akhirnya semua itu akan terbukti bahwa tuntunan-Nya adalah kebenaran yang paling benar dan paling memerdekakan. Percayalah, ketaatan tidak akan pernah mendatangkan kesulitan, justru kemudahan dan mendatangkan berkat yang jauh lebih besar!!!

RENUNGAN

Ketaatan diawali dari KERELAAN HATI untuk mengakui bahwa Firman Tuhan lebih benar daripada pemikiran kita sendiri.

APLIKASI

  1. Adakah pertentangan dalam hati saat Anda memutuskan untuk mengikuti Firman sebagai petunjuk dalam kehidupan Anda? Hal apakah yang menghalangi Anda untuk TAAT?
  2. Tulis komitmen Anda untuk mengalahkan penghalang itu! Carilah sebuah ayat dalam Firman Tuhan sebagai senjata untuk mengalahkan halangan yang masih ada pada diri Anda!

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, berikan aku kekuatan untuk mempercayai Firman-Mu lebih dari apapun. Biarlah hatiku menjadi rela dan taat untuk mengikuti tuntunanMu. Aku mau, ya Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin!

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Kejadian 27-29