Dibalik Batu Keras Tersimpan Permata

RHEMA HARI INI
Jadi akhirnya, saudara- saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. – Filipi 4:8

“Ma… ini artinya apa?” “Ma, apa ini bisa begini?” “Ma, kenapa itu tidak bisa begitu?” “Ma, bagaimana caranya biar bisa begitu…?” dan masih banyak sederet pertanyaan lagi yang terlontar dari mulut kecil anak yang berusia 6 tahun itu. Mamanya seringkali kesal dengan berondongan pertanyaan anaknya, apalagi saat mamanya sedang sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Tidak jarang mamanya menjawab pertanyaan anaknya dengan bentakan atau jawaban ala kadarnya saja. Sampai suatau hari saat mamanya berkunjung ke rumah salah seorang temannya yang memiliki seorang anak tunawicara, ia melihat bagaimana kesabaran sang ibu mengajak berkomunikasi anaknya dengan menggunakan bahasa isyarat. Disitulah mamanya merasa ditegur Tuhan, mengapa selama ini ia menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk menjawab setiap pertanyaan anaknya dengan baik, dibanding dengan temannya itu ia memiliki kemudahan dan kesempatan yang jauh lebih luas untuk berkomunikasi dengan anaknya. Seharusnya selama ini ia bersyukur masih diberi seorang anak yang bisa bertanya bahkan banyak bertanya kepadanya. Sepulangnya ke rumah, sang mama langsung mencari anaknya dan berkata kepada anaknya, “Anakku sayang, sekarang apa yang ingin kau tanyakan pada mama?” Dari situlah sang mama menyadari, ternyata anaknya ini memiliki rasa ingin tahu yang besar serta gairah belajar yang tinggi. Mamanyapun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia terus menceritakan dan menerangkan baik-baik apa yang ditanyakan oleh anaknya. Prestasi anaknya di sekolah terus melambung tinggi. Saat ini, anak yang ‘suka banyak tanya’ itu menjadi kebanggaan orang tuanya karena ia telah bertumbuh menjadi seorang anak yang luar biasa.
Ketika kita bisa melihat ‘permata’ dibalik ‘batu yang keras’ yang terpendam didalam diri anggota keluarga kita, maka kita tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja. Kita akan menggalinya, mengembangkannya dan terus mengusahakannya sampai permata yang berharga itu sungguh-sungguh menjadikan keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati Tuhan. Hari ini, berhentilah bersungut-sungut karena ‘batu keras’ yang ada dalam diri anggota keluarga saudara, sebaliknya bersyukurlah atas ‘batu permata’ yang ada dibalik batu keras tersebut, dan mulai gali serta kembangkanlah sehingga kita bisa membangun keluarga kita menjadi keluarga yang sukses dan bahagia.

RENUNGAN
Ada ‘batu permata’ dibalik ‘batu keras’ yang ada dalam diri setiap anggota keluarga Anda. Temukan, gali, dan kembangkan sehingga kita bisa membangun keluarga yang sukses dan bahagia.

APLIKASI
1. Apa yang Anda lihat sebagai ‘batu keras’ dalam diri anggota keluarga Anda ?
2. Batu permata apa yang bisa Anda temukan dibalik batu keras tersebut ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik, buka mata kami untuk bisa melihat permata berharga yang terpendam di dalam diri setiap anggota keluarga kami. Oleh anugerah-Mu kami percaya bahwa kami akan mampu membangun keluarga yang memuliakan nama-Mu serta menyenangkan hati-Mu. Terimakasih Tuhan. Amin.