Diberkati Untuk Memperluas Kerajaan Allah Dan Menyelamatkan Jiwa-Jiwa!

RHEMA HARI INI
Yesaya 60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.

Ayah John Wesley adalah seorang pendeta dan ia menghidupi keluarganya dari gajinya yang kecil sebagai pendeta. John Wesley melihat betapa miskin dan menderitanya keluarganya saat itu. Oleh karena hal inilah maka ketika ia memutuskan untuk terjun di dalam pelayanan, ia tidak pernah mengharapkan akan mendapatkan uang yang banyak dan menjalani kehidupan yang berkecukupan. Ternyata, ia mengalami kehidupan yang lebih baik daripada ayahnya. Ia mendapatkan kesempatan untuk mengajar di Universitas Oxford dan mulai dari situ keadaan keuangan membaik. kedudukan yang cukup penting membuatnya mendapatkan bayaran yang lumayan banyak, yaitu 30 poundsterling per tahunnya, gaji yang yang lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya sebagai bujangan pada saat itu. Uang yang banyak, membuat John memuaskan dirinya dengan berbagai kesenangan. Suatu hari di musim dingin setelah John baru selesai memasang lukisan mahal yang dibelinya, seorang pembantu datang untuk membersihkan kamarnya. Ia melihat bahwa pembantu itu tidak memiliki pakaian tebal untuk menghangatkan tubuhnya, selain sehelai pakaian tipis yang membungkus tubuhnya di musim dingin itu. John bermaksud memberinya uang untuk membeli baju hangat, tetapi uangnya di belanjakan untuk lukisan-lukisan mahal. Saat itulah John menyadari bahwa Tuhan pasti tidak berkenan dengan caranya menggunakan uang. Peristiwa musim dingin itu, akhirnya mengubah pandangan hidup John. Maka mulailah ia membatasi penggunaan uangnya, agar bisa memberi kepada mereka yang berkekurangan. Setelah mencatat semua kebutuhan hidupnya, ternyata ia hanya membutuhkan 28 poundsterling dan ini berarti ia mempunyai 2 poundsterling untuk disumbangkan kepada orang miskin. Tahun berikutnya, gajinya menjadi 60 poudsterling atau dua kali lipat dari gajinya semula, tetapi ia masih dapat menekan kebutuhan hidupnya dengan jumlah semula, yaitu 28 poundsterling dan ia memiliki 32 poundsterling untuk diberikan kepada sesamanya yang benar- benar membutuhkan. Tahun berikutnya, gajinya naik lagi menjadi 90 poundsterling, namun biaya hidupnya tetap 28 poundsterling dan sisanya 62 poundsterling ia berikan untuk orang-orang miskin. Selanjutnya gajinya terus naik, sehingga ia mendapatkan jumlah yang semakin banyak untuk diberikan. John Wesley mengajarkan sesuatu yang sudah semakin sulit kita temukan sekarang , yaitu semakin besar pendapatan, semakin besar pula pemberian kita. ‘Kita sudah terbiasa dengan pola’ semakin besar pendapatan, semakin tinggi taraf hidup, semakin besar pengeluaran. John Wesley berkata,”Bagaimana mungkin saya mengoleksi barang-barang yang mahal yang tidak terlalu penting sementara banyak orang yang membutuhkan roti untuk tetap bertahan hidup?”

Renungkanlah teladan John Wesley ini, kita harus bijaksana di dalam menggunakan uang dan berkat yang Tuhan berikan. Semakin bijak kita menggunakan uang, semakin besar yang Tuhan percayakan. Sehingga lewat setiap berkat-berkat yang Tuhan percayakan kita bisa menjadi berkat bagi banyak jiwa-jiwa dan Tuhan disenangkan, serta nama Tuhan semakin dimuliakan lewat setiap kita. Amin dan Tuhan memberkati.

RENUNGAN
Tuhan ingin kita yang mengasihi-Nya DIBERKATI supaya dengan berkat itu kita bisa MEMPERLUAS KERAJAAN ALLAH dan MENYELAMATKAN JIWA-JIWA!

APLIKASI
1. Dalam hidup Anda coba Anda perhatikan, sudahkah Anda sebagai orang-orang yang diberkati Tuhan memberikan yang terbaik buat Visi-Nya Tuhan dengan ikut dalam gerakan “ Selamatkan 1 Juta Jiwa bagi kemuliaan Tuhan” ?
2. Dan hal atau tindakan apa saja yang sudah dan akan Anda lakukan untuk membalas cinta kasih Tuhan dalam Visi Tuhan tersebut ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih untuk segala yang terbaik yang Bapa berikan bagi kami ajar kami untuk bisa menjadi berkat bagi setiap pekerjaan dan VisiMu sehingga lewat kami namaMu semakin dimuliakan. Amin.