Diciptakan Untuk Mujizat

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 1:26-31

RHEMA HARI INI
Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

“Sonny, tahukah kamu kenapa Dr. Lanning membuatmu?” tanya seseorang kepada android di hadapannya. Android itu menjawab tegas, “Tidak. Tapi aku percaya, ayahku menciptakanku untuk sebuah tujuan.” Itulah penggalan percakapan dari film “I, Robot” keluaran tahun 2004. Di dunia masa depan, para robot diciptakan sebagai budak manusia. Mereka terikat dengan aturan-aturan tertentu, dan dengan mudah tersingkirkan oleh robot-robot versi terbaru yang lebih canggih. Tanpa daya, mereka hanya bisa menerima nasib untuk terkurung selamanya dalam kotak-kotak kontainer di lokasi “pembuangan”. Gelap. Dingin. Terlupakan.

Namun, seorang pencipta robot membuat Sonny berbeda. Ia memiliki emosi dan bahkan bisa bermimpi seperti manusia. Ia pun tidak terikat dengan peraturan robot yang bisa membatasi keputusan dan tindakannya. Keistimewaan ini membuatnya bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin dibayangkan robot-robot lainnya. Di akhir film, Sonny menemukan jalannya untuk bangkit menolong para robot buangan. Hal ini seolah mengisyaratkan bahwa tujuan terbesar penciptaannya adalah untuk memberikan harapan dan masa depan baru bagi para robot lainnya.

Mungkin, kita lebih sering merasa seperti robot-robot buangan tersebut. Kita merasa hidup kita serba terbatas. Seolah tak berdaya, kita percaya kita tidak bisa berbuat lebih. Namun, seperti Sonny, kita harus menyadari bahwa Bapa kita di sorga menciptakan kita bukan untuk menjadi “budak” dunia ini. Kita tidak diciptakan untuk rutinitas tanpa tujuan pasti. Namun, Dia menjadikan kita sebagai terang yang akan mengubahkan kehidupan orang lain yang tinggal dalam kegelapan. Untuk memberikan kepada orang-orang yang terbuang dan terhilang, harapan baru dalam Kristus. Untuk itulah, Tuhan menanamkan kapasitas istimewa dalam setiap kita, bukan hanya sebagai penerima, tetapi juga pembuat mujizat. Ya, keluarlah dari kotak yang dibuat dunia ini untuk membatasi kita, percayalah pada tujuan besar Tuhan, maka Tuhan akan merajutkan mujizat demi mujizat besar dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Tuhan sudah MERENCANAKAN MUJIZAT untuk menjadi BAGIAN DARI KISAH HIDUP kita, bahkan Dia MENCIPTAKAN kita untuk MENGADAKAN MUJIZAT.

APLIKASI
1. Sudahkah mujizat menjadi bagian dari kisah hidup Anda? Mengapa demikian?
2. Mengapa Tuhan menciptakan Anda untuk mengadakan mujizat?
3. Bagaimana Anda dapat mulai mengaktifkan potensi sebagai pembuat mujizat yang sudah Tuhan anugerahkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah merencanakan kehidupan yang penuh mujizat bagi kami. Tuhan, Engkau yang telah memberikan kami kapasitas untuk membuat mujizat, tentu Engkau jugalah yang akan membimbing kami untuk dapat mengaktifkan potensi istimewa kami, sehingga kami dapat mengadakan mujizat yang membuat setiap kepala menoleh kepada-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.