Dilarang Malas

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yosua 18:1-10

RHEMA HARI INI
Yosua 18:3 Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel ”Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”

Inilah kisah Danu, pemuda asal desa sebelah yang kini mendapatkan pekerjaan yang cukup layak di kota. Awalnya ia hanya bekerja sambilan sebagai pengantar susu. Namun Tuhan angkat dia lebih lagi, ia kini menjadi salesman sebuah minuman di kota. Pekerjaan ini membuatnya merasa lebih nyaman karena tidak harus menggunakan sepeda lagi, kini ia menggunakan mobil dalam bekerja. Selain itu gaji yang ia terima juga lebih tinggi. Namun karena mendapatkan kebaikan Tuhan ini, Danu justru menjadi lebih malas. Ia tidak serajin saat ia menjadi pengantar susu, bangun lebih siang sehingga ia melewatkan banyak pelanggan. Lokasi marketing kelilingnya pun semakin hari semakin mengecil, yang sebelumnya sampai ke luar kota, justru kini hanya dalam kota saja.

Danu memang mendapatkan penghasilan lebih tinggi dari pekerjaan barunya. Namun akibatnya ia menjadi malas dan berboros dengan membeli barang-barang secara kredit. Suatu ketika, atasannya mengetahui bahwa minuman yang ditawarkan oleh Danu berkurang drastis penjualannya. Perusahaan mengalami kerugian, sehingga harus memecatnya. Kini Danu mengalami depresi tinggi karena dipecat dari pekerjaannya. Padahal Tuhan ingin mengangkat Danu jauh lebih tinggi, tetapi karena kemalasannya, kini ia justru jatuh ke bawah lagi. Kini ia harus mengulang lagi berusaha dari awal menjadi seorang pengantar susu di kota. Hutangnya pun menumpuk karena tak sanggup membayar tagihan barang-barang kreditannya.

Mujizat keuangan besar bukanlah bagian dari si pemalas. Tidak ada ceritanya orang malas yang berdiam diri saja tiba-tiba mendapat rejeki jatuh dari langit. Itu hanyalah legenda dan dongeng belaka. Ya, Tuhan memang sangat mengasihi kita, dan Ia sanggup memberikan berkat secara tiba-tiba dalam hidup kita. Tetapi Tuhan melihat apakah di dalam diri kita ada semangat yang tinggi untuk bisa berjuang melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Semangat yang menyala di dalam diri kita inilah yang dihargai Tuhan. Sekalipun saat ini posisi kita masih di tingkat yang paling bawah, selalu ada pertolongan Tuhan bagi orang-orang yang tidak malas, pantang menyerah, dan mau terus berusaha. Tuhan pasti akan menyediakan berkat serta mujizat keuangan besar bagi mereka yang terus berjuang dengan penuh semangat.

RENUNGAN
Kalau kita INGIN MENUAI mujizat keuangan besar, DILARANG MALAS!

APLIKASI
1. Apakah Anda sadar bahwa Tuhan selalu menyediakan mujizat yang terbaik bagi umat-Nya?
2. Jika sudah tahu kebaikan Tuhan tersebut, apa yang harus Anda lakukan untuk menggapai mujizat tersebut?
3. Apa komitmen Anda untuk bisa menuai mujizat keungan besar saat ini?

DOA HARI INI
“Ya Tuhan, terima kasih atas kebaikan-Mu yang menyediakan mujizat besar bagi kami. Ajar kami untuk terus bekerja dengan rajin, hindarkan dari kemalasan yang membuat kami hancur. Karena kami yakin, apa yang kami kerjakan dengan sungguh-sungguh menjadi tanggapan atas janji-janji-Mu ya Bapa. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.