Dipakai Untuk Mengerjakan Mujizat

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 20:19-23

RHEMA HARI INI
Yohanes 20:20b-21 Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

Seorang hamba Tuhan menderita tumor stadium tiga di rongga sinusitis yang mengakibatkan matanya menjadi buta sebelah serta kehilangan rasa. Bukan hanya itu, wajah hamba Tuhan tersebut menjadi bengkak karena terlalu lama mengkonsumsi obat anti radang. Diperparah lagi dengan kadar gula darah di tubuhnya yang mencapai angka 650. Dokter ahli onkologi di Rumah Sakit Gleneagles menyerahkan dua lembar kertas yang harus ditandatangani hamba Tuhan tersebut, dan hamba Tuhan tersebut hampir tidak berdaya untuk mengangkat ballpoint dan membubuhkan tanda tangan. Ia merasa tidak mungkin bisa membayar ongkos kemoterapi yang jumlahnya hampir mencapai 18 juta rupiah.

Dalam situasi tersebut, hamba Tuhan itu mengambil keputusan untuk datang pada Tuhan dalam penyembahan dan doa. Untuk beberapa saat, ruang perawatan itu berubah menjadi altar penyembahan dan doa. Melalui penyembahan dan doa itu, Tuhan membuka mata roh hamba Tuhan ini akan kuasa Tuhan atas hidupnya. Ia dibukakan pengertian baru tentang pengorbanan serta karya Tuhan Yesus diatas kayu salib yang sudah menyediakan segala jawaban yang ia butuhkan untuk setiap pergumulannya. Tidak berapa lama kemudian, ia dihubungi oleh bagian administrasi rumah sakit bahwa ia tidak perlu membayar sepeserpun untuk pengobatannya setelah sang dokter onkologi mengetahui bahwa ia adalah seorang hamba Tuhan. Bahkan, melalui perawatan yang didapatkannya tersebut, akhirnya ia beroleh kesembuhan dari Tuhan.

Setelah Yesus bangkit, Yesus tidak secara langsung menyembuhkan orang, tetapi Ia melakukan mujizat membuka mata roh. Sebab Yesus mau pakai murid-muridNya untuk mulai bertindak menyembuhkan sebanyak mungkin orang. Kita yang menjadi murid-murid Tuhan Yesus akan dipakai Tuhan ketika kita mengenal Tuhan dan kuasa-Nya. Tuhan sangat mengasihi kita sehingga kita diberi kuasa untuk melakukan mujizat. Apapun penyakit yang kita alami, percayalah bahwa kita bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mujizat. Tuhan Yesus memberkati (ABU)

RENUNGAN
Ketika kita bisa MENGENAL TUHAN dan KUASA-NYA, pada saat itulah Dia bisa MEMAKAI kita untuk MENGERJAKAN BERBAGAI MUJIZAT.

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud mengenal Tuhan?
2. Bagaimana pengalaman Saudara ketika mengerjakan mujizat?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mengenal Tuhan lebih lagi sehingga Anda bisa dipakai Tuhan untuk mengerjakan mujizat besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa dalam Nama Yesus, ajar kami untuk mengenal Engkau lebih dalam lagi. Kami rindu hidup kami bisa dipakai menjadi alat mengerjakan berbagai mujizat. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.