Disiplin Doa Puasa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Daniel 6:1-28

RHEMA HARI INI
Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Seorang pendeta harus sekolah lagi untuk meraih gelar sarjananya. Menjelang akhir masa kuliahnya, ia mulai mencari jemaat untuk digembalakan. Selama ini dia melayani sebagai gembala sementara di sebuah gereja kecil, yang telah memanggilnya menjadi gembala tetap, namun ia merasa bahwa levelnya sebenarnya lebih dari gereja kecil itu. Tidak lama kemudian ia diundang sebagai pendeta tamu oleh gereja yang jauh lebih besar, dan ia tertarik untuk memimpin di gereja itu, tapi entah karena alasan apa ia tidak pernah ditawari untuk menggembalakan gereja itu. Keadaan itu membuat dia gelisah dan kebingungan tentang apa yang bisa ia lakukan untuk mengubah keadaan itu.

Satu hari dalam sebuah seminar doa, ia mendapat pemahaman baru tentang kuasa doa puasa dan mengucap syukur. Sejak itu ia mulai belajar disiplin doa puasa dan mengucap syukur dengan segala yang Tuhan sudah berikan. Lalu, di saat teduhnya, Tuhan bukakan mata hatinya, ia menyadari bahwa sebenarnya ia sungguh-sungguh menikmati pelayanan yang dikerjakannya selama ini di gereja kecil itu. Akhirnya ia menerima panggilan untuk menggembalakan jemaat di gereja itu, dan gereja kecil itu diberkati dan berkembang dalam penggembalaannya.

Terkadang pelayanan membuat kita seolah-olah terjebak dalam rutinitas yang membosankan, tidak ada lagi kasih yang membangkitkan kuasa, yang pada akhirnya merugikan bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga tidak menjadi berkat bagi diri kita sendiri. Doa puasa yang disiplin membuat kita selalu intim dengan Tuhan, juga akan membuat perbedaan besar dalam setiap aktifitas kita. Apa yang kita kerjakan akan berhasil sebab ada turut campur tangan serta pertolongan Tuhan yang nyata di setiap langkah kita. Dan ketika pertolongan Tuhan nyata, maka kesehatan kita akan terjaga dengan baik, keluarga kita akan hidup bahagia, pelayanan dan keuangan kita akan mengalami mujizat Tuhan. Semuanya diawali dari berdispilin dalam doa puasa yang pasti membuahkan perbedaan besar dalam hidup kita.

RENUNGAN
DISIPLIN DOA PUASA membawa PERBEDAAN BESAR dalam pelayanan kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda rindu hidup Anda mengalami perubahan?
2. Menurut Anda, apa kaitannya doa puasa dengan perubahan dalam hidup Anda?
3. Apa komitmen Anda supaya hidup Anda bisa mengalami perubahan ke arah yang lebih baik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab Engkau terus mengajari kami masuk dalam dimensi roh di level yang semakin tinggi. Berikan kami kekuatan untuk berkomitmen doa puasa, sehingga urapan-MU semakin mengalir deras dalam hidup kami, yang itu akan membawa perbedaan di dalam setiap langkah hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.