DNA Keajaiban Dalam Diri Kita

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Mazmur 139:1-16

RHEMA HARI INI
Mazmur 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Kita tentunya sudah mengerti proses terbentuknya bayi manusia. Dimulai dari pembuahan sel telur sehingga membentuk embrio dan terus berkembang sampai akhirnya utuh menjadi bayi. Lengkap dengan semua tulang, organ dalam, syaraf, pembuluh darah, kulit, dan semuanya. Ya, semua itu bisa diteliti, dipelajari, dan dijelaskan secara ilmiah. Namun, dari manakah asalnya roh yang membawa kehidupan bagi tubuh sang bayi? Tanpa roh, bayi tak ubahnya sebentuk tubuh tak bernyawa. Tak ada bedanya dengan boneka mainan. Bagaimana cara membuat roh yang menjadikan manusia hidup, mempunyai pemikiran, dan kecerdasan? Masing-masing punya kepribadian yang unik, keinginan, kehendak, dan hati nurani. Dapatkah seorang ilmuwan atau penemu, bahkan yang terhebat di dunia, menciptakan roh kehidupan?

Roh kehidupan tidak berasal dari dunia, Allah Bapalah pemilik roh kehidupan, dari Dialah asal segala roh. Tidak ada yang lain bisa memberikan kehidupan selain Allah sendiri. Kalau kita mau merenungkan, keajaiban penciptaan dan kelahiran kita di dunia tak lain karena Allah mengerjakan mujizat atas diri kita. Bila secara jasmani kita mewarisi DNA dari kedua orang tua kita, maka secara rohani keajaiban adalah salah satu DNA dari Allah yang menciptakan kita. Bahan baku kita bukan hanya debu dan tanah, tetapi bahan baku utama kita adalah keajaiban. Itulah sebabnya, mujizat adalah bagian diri kita yang sudah direncanakan Tuhan. Kita diciptakan untuk menerima, mengalami, bahkan mengadakan mujizat.

Maka, janganlah sia-siakan kemampuan dan kuasa yang sudah ada dalam DNA kita. Biasakan diri untuk punya iman yang besar, sebab iman adalah latar belakang dari mujizat yang akan kita alami. Imani hal-hal yang besar terjadi dalam hidup kita. Jagalah pergaulanmu agar tidak merusak benih mujizat yang sudah kita bawa. Gunakan pergumulan dan masalah sebagai barbel iman, latih otot iman kita, dan kita akan terus bertumbuh pesat untuk menerima mujizat demi mujizat di tahun mujizat besar ini. (PF)

RENUNGAN
Tuhan MENCIPTAKAN kita dengan KEAJAIBAN sebagai salah satu DNA hidup kita.

APLIKASI
1. Selama ini bagaimana Anda memandang proses penciptaan Anda di dunia? Sebagai proses natural atau supranatural?
2. Percayakah Anda bahwa keajaiban adalah DNA hidup Anda?
3. Bagaimana supaya Anda bisa mengalami bahkan mengadakan mujizat?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Engkau tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Terlebih kami ini yang telah Kau jadikan dengan ajaib. Mampukan kami Tuhan untuk selalu mengingat keajaiban yang telah menjadi bagian dari diri kami sebagai anak-anak-Mu. Agar kami dapat berpikir dan bertindak sebagai anak Allah dan membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.