Doa Profetik Dengan Iman Agresif

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 34:1-23

RHEMA HARI INI
Mazmur 34:17 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Suatu malam, ketika Avent dan teman-temannya sedang berpesta narkoba, sesuatu yang mengerikan terjadi. Dalam ketidaksadarannya, ia melihat teman-teman di sekitarnya seperti seekor serigala. Ia begitu ketakutan ketika itu. Ia melihat ke sekeliling tempatnya mengadakan pesta, terlihat begitu banyak orang yang berteriak-teriak meminta tolong. Neraka terasa sangat dekat. Pemandangan yang mengerikan itu membuat ia gemetar. Ketika ia pulang ke rumah, apa yang baru saja disaksikan itu tidak hilang begitu saja. Pikirannya terus dihantui oleh peristiwa yang menyeramkan tersebut. Di saat itulah, Avent mengingat Tuhan. Kata-kata permohonan ampun keluar dari mulutnya kepada Tuhan.

Namun, pemulihan tidak begitu saja terjadi. Setelah Avent memohon ampun kepada Tuhan dan berjanji untuk kembali ke jalan yang benar, masalah berikutnya yang harus ia hadapi adalah istrinya. Istrinya yang selama ini sudah begitu tersakit dengan perkataan, sikap dan perbuatan Avent, tidak serta merta mau memaafkan Avent begitu saja. Hatinya sudah terlanjur sangat sakit. Namun Avent tidak mau menyerah. Ia terus membawa istrinya di dalam doa. Ia perkatakan doa profetik bahwa Tuhan pasti melembutkan hati istrinya untuk memaafkan dan menerimanya kembali sehingga pemulihan keluarga bisa terjadi. Hingga suatu hari ia datangi istrinya dengan bersujud di kaki istrinya dan memohon maaf. Perbuatan Avent ini sangat menyentuh hati istrinya, perlahan istrinya bisa menerima Avent kembali dan memaafkannya. Pemulihan keluarga yang ajaib terjadi dalam kehidupan Avent.

Melalui kisah ini kita bisa belajar bahwa perkataan profetik bukan mengucapkan kata-kata untuk mendeskripsikan apa yang sudah terjadi, tapi perkataan profetik adalah mengucapkan kata-kata dengan iman supaya rencana Tuhan terjadi. Apabila saat ini keluarga kita berada di ambang perpecahan, atau sedang terjadi masalah dalam hubungan suami istri maupun hubungan orang tua dengan anak, maka kita harus memanjatkan doa profetik dengan iman yang agresif. Percayalah bahwa ketika kita memanjatkan doa profetik dengan iman yang agresif maka pemulihan pasti terjadi. Tuhan Yesus memberkati (ABU).

RENUNGAN
Panjatkan DOA PROFETIK dengan IMAN yang AGRESIF.

APLIKASI
1. Apakah hal yang sangat Anda inginkan terjadi dalam keluarga Anda?
2. Bagaimana cara Anda mendoakannya selama ini? Sudahkah Anda berdoa secara profetik?
3. Ayat-ayat apakah yang berhubungan dengan pemulihan keluarga Anda dan bisa Anda gunakan dalam doa-doa Anda? Carilah dan tuliskan!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih atas keluarga kami. Kau memelihara kehidupan keluarga kami dengan kesehatan, keselamatan dan kesatuan hati. Kami percaya perlindungan-Mu sempurna atas setiap anggota keluarga kami. Jadikan keluarga ini milik kesayangan-Mu, kuasa-Mu nyata di dalam kami dan keluarga kami boleh menjadi berkat bagi orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.