Doa Puasa Untuk Urapan Berkuasa

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 13:1-3

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

Seorang bapak kehilangan arlojinya di gudang jeraminya. Ia berusaha keras untuk menemukan arlojinya tersebut. Ia mengerahkan semua pegawainya di peternakan untuk ikut membantu mencari arlojinya yang hilang itu. Namun, semakin ribut mereka mencari, semakin mereka tidak bisa menemukan arloji yang hilang itu. Sampai kemudian datanglah anak dari bapak tersebut dan menawarkan bantuan untuk mencari arloji bapaknya yang hilang. Anak itu menyuruh semua pegawai bapaknya untuk diam dan tenang. Lalu anak itu masuk ke gudang jerami dan diam untuk beberapa waktu disitu. Sampai kemudian ia berjalan menuju ke satu arah, membuka beberapa tumpukan jerami, dan langsung menemukan arloji yang hilang itu! Semua bertepuk tangan dan heran, mengapa bisa sangat mudah bagi anak itu untuk menemukan arloji yang hilang. Kemudian anak itu menjawab, “Ketika suara-suara lain hilang, dan aku fokus pada suara detikan arloji, maka aku tahu ada dimana arloji tersebut.”

Ketika kita memfokuskan diri pada satu hal, maka hal yang lain tidak akan bisa menguasai perhatian kita. Ayat rhema yang kita baca hari ini adalah kisah saat orang-orang percaya di Antiokhia berdoa dan berpuasa. Saat mereka meninggalkan semua kesibukan dunia dan fokus untuk masuk dalam hadirat Tuhan serta mencari kehendak Tuhan, saat itulah telinga roh mereka terbuka sehingga mereka bisa mendengar suara Tuhan. Saat itu Tuhan berbicara supaya mereka mengkhususkan Barnabas dan Saulus untuk melakukan sebuah tugas khusus dari Tuhan. Ya, ketika mereka berdoa dan berpuasa, maka mereka masuk dalam level manusia roh yang lebih tinggi lagi sehingga mereka semakin peka untuk mendengar suara Tuhan.

Itulah juga yang akan terjadi dalam hidup kita ketika kita membangun kehidupan doa dan puasa secara konsisten. Bukan hanya kepekaan, tetapi urapan berkuasa juga akan kita terima dari Tuhan ketika kita mau menanggalkan kedagingan kita dan mengambil keputusan untuk berdoa dan berpuasa. Apa saja manfaat yang akan kita terima dan bagaimana berdoa puasa yang benar? Ikutilah sesi terakhir dari seri kotbah “Anointing for Dominion” atau “Pengurapan Untuk Berkuasa,” dengan judul “Prayer dan Fasting for Dominion” atau “Doa Puasa untuk Urapan Berkuasa.” Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
DOA PUASA menyingkirkan KEDAGINGAN dan MEMFOKUSKAN DIRI pada semua yang dari Tuhan.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah memiliki komitmen untuk berdoa puasa?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus berdoa puasa?
3. Menurut Anda, apakah yang kita lewatkan kalau kita tidak berdoa puasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Allah Roh Kudus, berikanlah kepada kami kesanggupan serta kemampuan untuk menyangkal diri kami dan mematikan kedagingan kami, supaya kami memiliki komitmen untuk berdoa puasa, sehingga manusia roh kami akan terus semakin bertumbuh di dalam Engkau dan hati-MU disukakan oleh hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.