Doa Yang Membatasi Tuhan

Renungan Keluarga Allah
Sabtu, 28 Januari 2017

BACAAN HARI INI

Markus 9:14-27

RHEMA HARI INI

Markus 9:22b-23 “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Suatu ketika, Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya bertemu dengan seseorang yang membawa anaknya kepada-Nya. Sejak kecil, anak itu kerasukan roh yang membisukannya dan setiap kali roh itu menyerangnya, roh itu membantingkannya ke tanah sampai mulutnya berbusa, giginya berkertakan dan tubuhnya kejang. Selain itu, roh jahat tersebut sering menyeretnya ke dalam api atau air untuk membinasakannya. Para murid sudah berusaha mengusir roh itu, tetapi mereka tidak berhasil. Kondisi anak itu sudah terjadi bertahun-tahun dan sangat mengenaskan. Ayahnya pun hampir putus asa, sampai-sampai ketika ia memohon kepada Yesus, secara tidak sadar ia melakukannya dengan harapan yang tidak penuh. Namun, Yesus menegaskan bahwa mujizat hanya terjadi pada orang yang percaya. Seketika itu juga, orang itu pun merubah sikapnya dan berteriak bahwa ia percaya. Seruan hati dari ayah anak itu pun dijawab Yesus. Dia segera melepaskan anak itu dari belenggu roh jahat.

Kisah di atas mengingatkan kita bahwa sebagai umat-Nya, kita harus senantiasa menaikkan doa dengan penuh kepercayaan. Entah itu doa untuk permohonan, ucapan syukur, kebutuhan, perlindungan, kelepasan, syafaat dan lain sebagainya. Namun yang seringkali terjadi, kita sendiri kurang yakin apakah doa kita benar-benar membawa pengaruh dalam kehidupan kita. Akhirnya, dalam berdoa pun kita sering mendoakan berbagai hal yang biasa-biasa saja. Tanpa kita sadari, kita mengukur kuasa Tuhan dengan kemampuan berpikir kita. Sekiranya yang berani kita bayangkan, itu yang kita ajukan kepada Tuhan. Kita lupa, jika Allah kita adalah Allah yang besar.
Janganlah membatasi Tuhan dengan keterbatasan kita. Mulailah berdoa dengan lebih berani lagi. Berdoalah supaya dengan sembuhnya penyakit, ada jiwa yang diselamatkan. Berdoalah dengan hutang yang lunas, kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Berdoalah agar dengan memiliki rumah, kelompok sel kita pun berkembang. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN

Tuhan suka dengan doa yang berani, sebab DOA YANG LEMAH berarti MEMBATASI TUHAN dengan KETERBATASAN KITA

APLIKASI

  1. Mengapa Tuhan menyukai doa yang berani?
  2. Sudahkah Anda berdoa dengan berani selama ini? Mengapa?
  3. Bagaimanakah Anda dapat mengubah doa Anda menjadi doa yang berani?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa,ajar kami untuk dapat berdoa dengan berani. Kami tidak mau lagi membatasi kuasa-Mu dengan segala keterbatasan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

1 Raja-raja 15
2 Tawarikh 13-16