Gambar Negatif Menarik Kuasa Negatif

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ayub 3:1-26

RHEMA HARI INI
Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Ternyata, hidup di zaman modern sekarang kita masih sering menjumpai orang-orang yang mempercayai mitos-mitos masa lalu. Misal jika hamil tidak boleh melakukan ini, jika mimpi seperti ini akan terjadi seperti itu dan banyak lagi yang lainnya atau ramalan-ramalan nasib. Mungkin kitapun terkadang juga ikut mempercayai mitos-mitos yang ada, karena kita takut hal buruk akan terjadi. Belum lagi jika yang mengatakan orangtua dan mereka mengatakan dari zaman dahulu memang seperti itu dan akan terjadi hal yang buruk jika kita tidak mengikutinya. Karena takut, maka kita mempercayai dan melakukan mitos itu meski kita tahu itu tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya kita menjadi terang dan tidak ikut terbawa mempercayai dan melakukan sesuatu yang tidak benar hanya karena takut terjadi sesuatu yang buruk. Kita sudah ditebus oleh darah Kristus, sehingga ikatan-ikatan dengan mitos masa lalu sudah dipatahkan. Memang bagi orang-orang yang mempercayai, hal yang buruk akan benar-benar terjadi. Mengapa demikian? Karena pikiran negatif itulah yang menyebabkan terjadi. Kuasa yang negatif menjadi kenyataan seperti yang kita percayai. Namun, sebaliknya jika kita tidak percaya dan menolaknya, maka hal buruk pun pasti tidak akan terjadi. Tuhan Yesus memiliki kuasa yang lebih besar dari sekedar mitos yang ada.

Pilihan ada di tangan kita, memiliki imajinasi visi positif atau imajinasi visi yang negatif. Dua-duanya sama-sama memiliki kuasa yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati dengan apa yang kita imajinasikan dalam roh/hati kita. Kita harus menjaga pikiran kita dari memikirkan hal-hal yang negatif, karena jika demikian maka hal yang buruklah yang akan terjadi dalam hidup kita. Seperti yang dikatakan Ayub, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku (ayat 25). Oleh karena itu, mulai sekarang ubahlah gambaran-gambaran yang ada dalam pikiran kita dengan hal-hal yang positif, sehingga kuasa yang positif saja yang terjadi dalam hidup kita. Jika kita percaya hal baik terjadi, di alam roh hal itu sudah terjadi dan di alam nyata Tuhan akan bekerja menjadikannya nyata. Jika manusia roh kita sudah aktif, kuasa mencipta ada di tangan kita, ciptakanlah hal-hal yang baik yang sesuai dengan firman Tuhan dan percayalah Dia akan menjadikannya nyata bagi kita.(LEW)

RENUNGAN
GAMBARAN yang NEGATIF akan menarik KUASA yang NEGATIF, begitu pula sebaliknya.

APLIKASI
1. Gambaran-gambaran seperti apa yang sering masuk ke dalam pikiran Anda selama ini?
2. Apa yang terjadi dalam hidup Anda saat Anda memiliki gambaran negative tentang hidup Anda?
3. Buatlah sebuah komitmen untuk mengubah gambaran dan pola pikir Anda agar sesuai dengan firman Tuhan!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, saat ini kami rindu untuk mengubah apa yang masuk ke dalam pikiran kami. Kami mau dipenuhi dengan gambaran-gambaran positif sehingga hanya hal-hal positiflah yang terjadi di dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.