Hal Yang Merusak Benih Yang Kita Taburkan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Amsal 18:1-10

RHEMA HARI INI
Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Andi bekerja di sebuah pabrik garmen. Karena kerajinannya, Pak Anton, sang pemilik pabrik mulai menaruh perhatian padanya. Tak jarang, Pak Anton mengajak Andi berbincang soal pekerjaan ataupun hal pribadi. Mengetahui Andi yang nyaris tidak pernah beribadah alias tidak begitu memperhatikan masalah rohani, Pak Anton menasihatinya agar kembali tekun mencari Tuhan. Andi pun menuruti dan mulai beribadah kembali. Sayangnya, selewat beberapa bulan, kinerja Andi mulai menurun. Waktu pabriknya mendapat banyak pesanan dan meminta semua karyawannya untuk bekerja lembur, Andi menolak karena ada pelayanan di gerejanya. Andi pun jadi sering meminta izin tidak masuk kerja untuk mengikuti retret, seminar, dan berbagai acara gereja lainnya.

Walaupun Pak Anton seorang Kristen militan, tetapi ia menyayangkan sikap Andi yang tidak bisa membagi waktu. Akhirnya, ketika ada promosi di tempat kerja, Andi malah digantikan oleh temannya yang memang rajin, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan dalam pekerjaannya. Andi kehilangan berkat besar yang telah Tuhan sediakan karena salah menangkap apa yang sesungguhya Tuhan inginkan.

Tidaklah salah untuk tekun beribadah dan melayani, tetapi Tuhan tidak menghendaki kita menjadi malas dalam bekerja. Sebab, apa pun yang kita kerjakan, jika itu adalah untuk kemuliaan Tuhan, hal itu merupakan ibadah yang sejati, termasuk pekerjaan sekuler yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh. Ingat, bekerja adalah salah satu bagian terpenting dalam perjanjian berkat Allah. Tuhan hanya mau memberkati orang yang rajin bekerja. Bila kita malas-malasan, kita akan menyia-nyiakan banyak kesempatan untuk menerima berkat yang sebenarnya sudah Tuhan sediakan. Tuhan sendiri memberi teladan bagi kita dengan terus aktif bekerja sampai sekarang (Yoh. 5:17). Hendaklah sebagai anak Bapa, karakter kita juga bisa sama seperti Bapa kita yang rajin bekerja. Hanya anak yang dewasa dan bertanggung jawab yang berhak menerima kepercayaan dari Bapanya dan layak menuai berkat mujizat keuangan besar. (PF)

RENUNGAN
Sekalipun Tuhan sudah menyediakan berkat, tetapi KEMALASAN akan MERUSAK BENIH yang sudah kita taburkan sebelumnya.

APLIKASI
1. Secara jujur, apakah selama ini Anda sudah bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh?
2. Mengapa hanya orang yang rajin yang akan menuai mujizat keuangan yang besar?
3. Bagaimana supaya kerajinan Anda bekerja tetap menyala, apa yang menjadi motivasi Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mau melayani-Mu dengan apa pun yang kami kerjakan. Jauhkanlah kiranya kemalasan dalam hati kami, semua pekerjaan yang tangan kami temui akan kami kerjakan dengan rajin dan sungguh-sungguh agar nama-Mu dipermuliakan melalui pekerjaan kami. Agar kami bisa menjadi saluran berkat bagi sesama dan untuk pekerjaan-Mu. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.