Hargailah Permintaan Maaf Dan Penyesalan

Renungan Keluarga Allah
Kamis, 21 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Lukas 15:11-32

RHEMA HARI INI

Lukas 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Dalam acara pawai tahunan yang diadakan di kota Brimley, di Semenanjung Atas Michigan, banyak sekali atraksi-atraksi yang menarik. Dalam pawai itu ada barisan perwira yang mengendarai kuda, ratu-ratu yang hendak pulang, pengembara, bahkan Beruang Smokey! Ada kendaraan hias yang menampilkan Big Bird dari Sesame Street, dan truk berbak datar yang ditumpangi satu grup musik yang menggunakan alat musik tiup dari kuningan. Mereka mengenakan topi jerami dan berseragam merah, putih, dan biru. Ada bermacam-macam jenis kendaraan: traktor, kereta gandeng, truk, dan sepeda roda tiga anak-anak. Kendaraan hias terakhir menyedot perhatian orang-orang yang melihat pawai tersebut. Kendaraan itu menampilkan orang tua berambut kelabu yang sedang berlutut di kaki salib. Di bak belakang kendaraan hias itu terbentang tulisan: “PULANGLAH!” -YESUS.

Hampir setiap bangsa dan negara punya tradisi yang dijaga sampai sekarang, pulang kampung (mudik). Di Tiongkok, setiap menjelang tahun baru Imlek, selama satu bulan penuh kegiatan masyarakat yang paling populer dilakukan dan dibicarakan adalah pulang ke kampung halaman, mereka mengunjungi sanak famili yang masih ada di desa, menghormati leluhur dan berpesta dengan keluarga yang berkumpul kembali. Lebaran adalah momen yang sangat dinanti-nantikan hampir oleh seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya pemeluk agama tertentu, tetapi berbagai suku bangsa memanfaatkan libur panjang itu untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Bermaaf-maafan adalah tradisi yang wajib dilakukan, segala kesalahan lebur, setiap orang merasakan kelegaan yang luar biasa.

Tidak dibatasi ruang dan waktu sebagai anggota keluarga, terlebih kalau kita adalah seorang ayah atau ibu, sudah seharusnya kita membuka pintu maaf kita kepada keluarga kita, istri, suami ataupun anak-anak. Kapanpun mereka datang untuk meminta maaf, mengaku kesalahan, sudah semestinya kita akan menyambut mereka, seperti ayat rhema kita hari ini, “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” Ia bersukacita karena anak bungsunya telah kembali.

Ketika kita menghargai permintaan maaf dan penyesalan, maka anggota keluarga kita akan menjadi orang yang lebih baik dan pemulihan keluarga terjadi. Sama halnya ketika kita menyadari kesalahan kita kepada Tuhan, Dia selalu siap menyambut kita. Bagaimanapun kesalahan yang pernah kita lakukan, Dia tetap mengasihi kita. Itulah sebabnya kita harus juga bisa menerima permintaan maaf dan penyesalan dari orang lain.

RENUNGAN

Ketika kita MENGHARGAI permintaan maaf dan penyesalan, maka anggota keluarga kita akan menjadi orang yang LEBIH BAIK dan PEMULIHAN keluarga terjadi.

APLIKASI

  1. Ketika ada anggota keluarga Anda yang minta maaf dan menyesali apa yang sudah ia lakukan, apa respon Anda?
  2. Seberapa sering Anda menypelekan hal itu?
  3. Mulai saat ini, apa komitmen Anda agar hal itu tidak sampai, atau tidak lagi Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, berikan kami hatin yang mampu menghargai orang lain dan tidak menyepelekan permintaan maaf mereka sehingga keluarga kami dari hari ke hari dapat mengalami pemulihan. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Efesus