Hati Bukan Untuk Menyimpan Luka

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 4:1-27

RHEMA HARI INI
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Silakan mengingat apa saja yang sudah kita alami, dari pagi sampai siang ini. Sudah berapa kali hati kita merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan? Atau barangkali justru kita yang membuat hati orang-orang di sekitar kita menjadi tidak merasakan damai sejahtera. Kalau Anda merasa hari ini penuh dengan berkat, bersyukur, bersukacitalah, dan jadilah berkat. Tetapi jika Anda merasa hari ini ada ketidakberesan dalam hati, apakah itu kekecewaan, kemarahan, atau kebencian, segeralah bereskan tuntas dengan pertolongan Roh Kudus.

Pada tanggal 9 Mei 2019 yang lalu American Psychological Association menyatakan bahwa, daripada kesedihan, kemarahan terbukti lebih berpengaruh pada timbulnya penyakit kronis. Penyakit kronis adalah penyakit yang mungkin belum ada obatnya, seperti diabetes, jantung, dimensia, asma, kanker, dan lain-lain. Dr. Carsten Wrosch Salah, salah seorang peneliti di sana telah mempelajari kepahitan selama lebih dari lima belas tahun dan memperoleh kesimpulan bahwa kepahitan yang dipendam dalam waktu yang lama bisa menunjukkan pola ketidaknormalan biologis atau gangguan fisiologis yang bisa mempengaruhi metabolisme, respon imun dan fungsi organ serta penyakit fisik. Karena itu, segera bereskan jika masih ada kepahitan dalam hati kita. Jangan sampai kepahitan itu menimbulkan akar pahit, bahkan tumbuh dengan batang yang merusak, dan membuahkan butiran-butiran yang beracun.

Mengapa kita perlu segera membereskan hati kita? Ingatlah bahwa kita semua sudah ditetapkan sebagai tentara Allah. Tentara Allah adalah orang-orang yang memancarkan kasih Kristus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Pancaran kasih itu dimunculkan dari dalam hati. Amsal 4:23 menjelaskan bahwa dari hati kitalah terpancar kehidupan kita. Sebagai tentara Allah, pastilah kehidupan yang penuh damai sejahtera yang kita perjuangkan. Jika Roh Kudus menguasai hati kita maka perbuatan kita pun akan menunjukkan buah roh yang akan dirasakan manisnya oleh lingkungan sekitar kita. Karena itu berusahalah supaya jangan sampai hati kita dirusak oleh luka hati yang disimpan dan tidak dibereskan sehingga menjadi semakin parah dan menimbulkan akar pahit.

RENUNGAN
LUKA HATI yang DISIMPAN dan TIDAK DIBERESKAN akan menjadi semakin parah dan menimbulkan AKAR PAHIT.

APLIKASI
1. Masalah hati seperti apa yang paling sering Anda alami?
2. Mengapa Tuhan menghendaki supaya kita segera membereskan masalah hati kita?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya hati Anda senantiasa bersih dari segala akar pahit dan kebencian?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, tolong kami untuk menjaga hati kami supaya bersih dari segala kebencian dan luka hati. Kami percaya dengan kemampuan dan pertolongan-MU kami pasti dimampukan untuk selalu melepaskan pengampunan dan melihat segalanya dari sisi yang positif. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.