Hati Saya yang Pahit Sudah Tuhan Pulihkan!

Saya ingin menyaksikan lawatan Tuhan yang saya alami ketika saya mengikuti KKR Pencurahan Roh Kudus yang diadakan di Keluarga Allah. Setelah khotbah saya maju ke depan untuk didoakan. Saya masih dalam posisi memejamkan mata ketika saya melihat ada sebuah tangan yang menjamah saya kemudian saya rebah. Setelah bisa duduk, saya terus berdoa dan menyembah Tuhan. Saat menyembah, tiba-tiba tangan saya seperti mencabuti sesuatu dari hati saya. Saya bertanya, “Ini apa, Tuhan?” Memang saya menyimpan kepahitan sejak saya masih dalam kandungan ibu saya. Saya adalah anak yang tertolak karena setelah lahir saya hendak dibunuh. Saya mengucap syukur pada Tuhan karena telah melawat saya.

Pada hari selanjutnya, saat saya menyembah Tuhan saya melihat ke atas ada emas dan permata yang banyak sekali dan mengherankan. Saya bertanya, “Ini apa Tuhan?” Tuhan menjawab, “Kamu tidak tahu, tapi hamba-hambaKu yang akan menjelaskannya.” Kemudian saya melihat Tuhan sedang berdoa seperti ketika berdoa di taman Getzemani. Kemudian Tuhan berkata, “Saya sedang berdoa untuk semua orang.” Kemudian saya diberi penglihatan sebuah lorong yang panjang sekali. Saya bertanya lagi, “Ini maksudnya apa?” Lalu Tuhan menjawab, “Ini adalah jalan kalau kamu pulang tapi kamu belum selesai karena kamu harus melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya.”

Saya mengakui kesalahan saya pada Tuhan karena sekalipun saya menjadi orang Kristen sejak lama, tapi belum satu jiwa pun saya persembahkan kepada Tuhan. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, saya ingin mencari jiwa karena saya sudah diselamatkan dengan harga yang sangat mahal di atas kayu salib. Saya tidak mau kalau tidak berfungsi. Saya mau berfungsi bagi Tuhan, saya mau selamatkan jiwa buat Engkau.” Sudah banyak pengalaman indah yang saya alami bersama Tuhan tapi tidak pernah saya saksikan karena saya takut dan malu. Saya sudah mencuri kemuliaan Tuhan. Kemudian Tuhan memberi saya ayat di Yesaya 54 dan menyuruh saya untuk membacanya. Saya ingin mencari jiwa tapi sering gagal. Saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, kenapa saya gagal terus. Kenapa, Tuhan? Saya mengiring Engkau sungguh-sungguh tapi saya tidak punya anak rohani.”

Hari Minggu saya ikut lawatan lagi dan seluruh tubuh saya dijamah Tuhan. Tangan saya goyang terus sampai saya berdoa pada Tuhan, “Tuhan, berhentikan tangan saya. Saya mau menyembah Engkau Tuhan.” Tapi malah bergoyang lebih keras lagi. Lama-lama tangan saya berhenti dan saya mengucap syukur pada Tuhan. Di rumah saya menyembah lagi sambil mendengarkan radio El Shaddai. Saya menghentikan pekerjaan saya untuk menyembah Tuhan karena saya sangat mencintai Tuhan. Bahkan dulu saya pernah ingin bunuh diri karena begitu banyak kebencian dalam hati saya, tapi Tuhan menyelamatkan saya dan sekarang semuanya itu sudah dicabut Tuhan.

Di rumah pada saat penyembahan saya diberi ayat lagi di Mazmur 20. Kemudian saya diajari nyanyi lagu Haleluya yang luar biasa dan Tuhan berkata, “Ini adalah nyanyian dari sorga.” Sekalipun suara saya biasanya parau tapi saat itu suara saya sangat merdu dan Tuhan berkata, “Itu adalah suara emas yang aku berikan kepadamu.” Kemuliaan bagi nama Tuhan.

Ibu Oei Siu Ing