Hati Yang Menyembah, Hati Yang Tuhan Cari

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 29:13-24

RHEMA HARI INI
Yesaya 29:13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan

Kebangkitan lagu-lagu penyembahan sedang terjadi pada tahun 1990-an. Gereja Soul Survival di Watford, Inggris, turut menyumbang banyak lagu baru dan berpengaruh secara nasional, bahkan mendunia, melalui band rohani mereka. Namun, gembala gereja tersebut merasakan ada sesuatu yang kurang dalam penyembahan mereka. Ada dinamika yang hilang. Kemudian ia mengambil langkah yang berani. Ia menyingkirkan semua alat musik dan sound system dari gereja mereka. Ia menuntut keterlibatan semua anggota jemaat untuk menyanyikan lagu-lagu penyembahan dengan suara mereka sendiri. Mereka tidak boleh lagi hanya datang dan mengikuti alunan musik, apalagi sekedar menikmati selayaknya menghadiri konser lagu. Awalnya sulit bagi mereka untuk memulai, tetapi pada akhirnya mereka dapat menyanyi sungguh-sungguh dari hati mereka dan berjumpa dengan Allah dengan cara yang segar.

Saat itulah lagu “The Heart of Worship” yang dikenal luas mulai tercipta. Kalau diterjemahkan, liriknya kira-kira berbunyi seperti ini: “Ketika musik (pengiring) memudar, semuanya ditanggalkan, dan aku hanya datang dengan kerinduan untuk membawa sesuatu yang cukup berharga untuk memberkati hati-Mu. Aku kembali kepada hati yang menyembah, dan semuanya adalah tentang-Mu, Yesus.”

Ya, ada perbedaan yang sangat besar antara menyanyikan lagu penyembahan dengan mengekspresikan penyembahan melalui lagu. Fokus yang satu adalah lagunya, dan yang lainnya adalah pribadi Yesus. Sangat penting bagi kita untuk menyadari, yang Tuhan inginkan bukanlah seberapa bagus kita menyanyikan sebuah lagu atau seberapa indah nada dan lirik dari lagu tersebut, yang Dia rindukan hanyalah hati kita. Karena itu, ketika kita datang kepada Tuhan dalam saat-saat teduh pribadi kita, ataupun ketika beribadah di gereja dan di Pondok Daud, datanglah dengan membawa hati yang haus dan lapar untuk bertemu dengan-Nya. Hati yang merindukan-Nya. Ketika kita memiliki hati yang menyembah, Tuhan pun disenangkan dan Dia akan berkenan atas hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
Allah melihat dan mencari HATI YANG MENYEMBAH, bukan sekedar penyembahan yang TAMPAK DI LUAR.

APLIKASI
1. Apakah maksudnya hati yang menyembah?
2. Mengapa Tuhan mencari hati yang menyembah?
3. Bagaimana Anda dapat memiliki hati yang menyembah?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami datang dengan membawa hati yang haus dan lapar akan Engkau. Berikanlah kami hati yang baru, hati yang mengasihi-Mu dengan tulus, sehingga kami pun bisa datang dengan hati yang menyembah. Lebih dari segalanya, Engkau layak menerima penyembahan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.