Hati Yang Senantiasa Manis

BACAAN HARI INI
Habakuk 3:1-19

RHEMA HARI INI
Habakuk 3:17-18 “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

Alkisah, seorang jenderal bernama Robert E. Lee ditanya oleh Presiden Konfederasi, Jefferson Davis, tentang pendapatnya menyangkut seorang pejabat tertentu. Lee memberikan pernyataan yang positif mengenai pejabat yang dimaksud. Salah seorang pejabat yang hadir sangat terkejut mendengar kata-katanya dan berkata kepada Lee, “Jenderal, tidak tahukah Anda bahwa orang yang sedemikian Anda banggakan itu sebenarnya adalah salah seorang musuh Anda yang paling berbahaya? Ia tidak pernah melewatkan satu pun peluang untuk menjelek-jelekkan Anda?” Lee pun menjawab, “Saya tahu, tetapi Bapak Presiden menanyakan pendapat saya tentang dia, bukan pendapatnya tentang saya.”

Selama tiga hari berada di padang gurun Syur, bangsa Israel tidak dapat menemukan air. Dapatkah Anda bayangkan diri Anda tiga hari tanpa minum? Pada akhirnya mereka mendapatkan air ketika tiba di Mara, namun ternyata air itu pahit dan tidak dapat diminum. Kekecewaan yang dipicu oleh kelelahan pun mulai masuk ke dalam hati mereka. Hati mereka menjadi pahit. Mereka mulai merasa kecewa, bersungut-sungut, menyalahkan Musa, bahkan Tuhan.

Kepahitan yang timbul dalam hati tidak akan sembuh meski kepahitan yang berasal dari luar sudah tidak ada. Itulah yang dialami oleh Bangsa Israel. Mereka mendapat mukjizat yang luar biasa pada akhirnya yaitu air manis yang dapat mereka minum, namun kepahitan dalam hati mereka belum beres. Akibatnya sepanjang perjalanan berikutnya Bangsa Israel tidak henti-hentinya menggerutu dan menyalahkan orang lain. Sampai di suatu titik, kepahitan tersebut menjauhkan, bahkan mendiskualifikasikan mereka dari tanah perjanjian, berkat besar yang sebenarnya sudah Tuhan sediakan bagi mereka.

Perlakuan tidak baik dari rekan kerja, fitnah atau gosip yang memojokkan, kesulitan keuangan, bahkan masalah rumah tangga dapat menjadi Mara atau kepahitan dalam hidup Anda dan saya. Mari kita belajar membuang Mara itu dari dalam hati kita dengan bersyukur dan bersukacita dalam segala perkara yang kita hadapi. Tetap pegang erat janji Tuhan, percayalah, dalam sesaat Tuhan akan mengubah Mara, kepahitan menjadi Elim, sesuatu yang manis dalam hidup kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Sekalipun yang Anda jumpai DI LUAR adalah PAHIT, namun yang ada DALAM HATI HARUS TETAP MANIS!

APLIKASI
1. Apa strategi yang akan Anda lakukan agar hati Anda senantiasa manis ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, kami rindu hati kami senantiasa manis meskipun yang kami jumpai di luar adalah pahit. Kami mau belajar dan berjuang untuk mencapai hal tersebut, ya Bapa.
Amin

BACAAN ALKITAB SETAHUN
2 Tawarikh 25-27
Markus 6:1-29