Haus Dan Lapar Kunci Urapan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 63:1-12

RHEMA HARI INI
Mazmur 63:2-3 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

Setamat sekolah, Simon sangat ingin meneruskan belajar sampai kuliah. Simon tergolong anak yang berprestasi di sekolah namun kondisi ekonomi keluarganya kurang mendukung. Tetapi Simon tidak pernah putus asa. Dorongan kuat untuk masuk ke universitas negeri membuat Simon tetap belajar sungguh-sungguh. Tiap malam sebelum tidur ia selalu mendoakan keinginannya untuk kuliah. Dalam doanya Ia meminta agar Tuhan selalu memberinya ketekunan dan semangat dalam belajar. Ia pun meminta agar Tuhan memberinya kesempatan untuk bisa masuk ke universitas. Doa-doa itu pulalah yang ia naikkan setiap pagi. Hatinya yang lapar dan haus untuk bisa melanjutkan kuliah di universitas, membuat semua perjuangan dan doa-doanya dijawab secara ajaib oleh Tuhan. Pada saat pengumuman penerimaan mahasiswa baru, nama Simon berhasil masuk dalam daftar mahasiswa yang diterima di universitas negeri yang diidam-idamkannya.

Mazmur 63 menceritakan ungkapan kerinduan Daud kepada Tuhan. Disitu dikisahkan bahwa Daud, harus pergi sampai ke padang gurun Yehuda untuk mencari hadirat Tuhan. Hal ini menyatakan bahwa kerinduan Daud kepada Tuhan sungguh tak ternilai harganya. Itulah yang menyebabkan Tuhan begitu memberkati serta mengangkat hidupnya, sehingga Raja Daud bisa menjadi seorang raja yang paling berkenan di hati Tuhan.

Seperti Simon yang memiliki hati yang lapar dan haus untuk bisa melanjutkan kuliah di universitas negeri dan seperti Raja Daud yang memiliki kelaparan serta kehausan yang mendalam akan Tuhan, demikian jugalah kita harus mengembangkan hati yang lapar dan haus untuk mengalami hal-hal yang besar dari Tuhan. Saat ini selidikilah hati kita masing-masing, apakah kita memiliki kerinduan hati yang mendalam kepada Tuhan? Adakah kita selalu merasa bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya penolong bagi kita? Ketika hati kita dipenuhi dengan kelaparan dan kehausan yang besar akan Tuhan, maka kita akan memiliki ketekunan untuk mencari Tuhan, salah satunya dengan berdoa dan berpuasa. Kelaparan dan kehausan yang besar akan Tuhan inilah yang akan mendatangkan urapan berkuasa atas hidup kita.

RENUNGAN
CARILAH TUHAN dengan KEHAUSAN dan KELAPARAN yang sangat besar, maka Dia akan memberikan URAPAN UNTUK BERKUASA yang lebih besar.

APLIKASI
1. Apakah Anda memiliki kelaparan dan kehausan yang besar akan Tuhan?
2. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk mencari Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa mengalami hal-hal yang besar dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, penuhi hati kami dengan kelaparan dan kehausan akan Engkau. Kami tahu bahwa hanya Engkaulah satu-satunya yang dapat memuaskan segala kerinduan hati kami. Biarlah urapan-MU turun atas kami sehingga kami menjadi anak-anakMU yang semakin berkenan dan menyenangkan hati-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.