Hidup Bagi Tuhan

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 04 Desember 2016

BACAAN HARI INI

Matius 7:9-27

RHEMA HARI INI

Matius 7:13-14 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

Dalam salah satu perumpaman yang dicatat dalam Injil Lukas, Yesus menceritakan tentang seorang kaya berpakaian bak raja yang setiap hari bersukaria dalam kemewahan, serta pengemis bernama Lazarus yang selalu kelaparan dan hanya dapat menantikan makanan sisa di dekat pintu rumah si orang kaya. Suatu hari, mereka sama-sama mati. Di kekekalan, Lazarus akhirnya mendapatkan penghiburan dalam pangkuan Abraham, sedangkan si kaya kini menderita kesakitan dalam nyala api alam maut.

Dalam kisah ini, Yesus tidak sedang mengajarkan bahwa menjadi kaya itu adalah suatu dosa, atau kita harus membuat diri kita miskin untuk dapat hidup bersama Bapa di surga. Apa yang menanti kita di kekekalan dapat kita pelajari dalam permintaan yang kemudian diserukan si kaya kepada Abraham, di mana ia menyebutkan nama Lazarus. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya ia mengenal pengemis itu selagi mereka hidup. Namun, tidak sekali pun orang kaya ini memberi pertolongan bagi Lazarus yang berbaring dekat rumahnya. Gelimang harta dan kesenangan duniawi jelas telah membutakan matanya terhadap kebutuhan sesama. Sedangkan Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri. Satu hal menarik lainnya, meski kita mengetahui nama pengemis dalam perumpamaan ini, tetapi nama si kaya tidak pernah disebutkan sekali pun. Seakan menekankan bahwa meski kehidupan Lazarus tampak seperti kena kutuk, tetapi karena ia benar di mata Tuhan, namanya pun tercatat dalam kitab kehidupan.

Ya, hidup untuk diri sendiri tanpa pernah memikirkan orang lain, apalagi Tuhan, memang adalah jalan hidup yang paling mudah dan menyenangkan. Namun, apa gunanya semua itu jika akhirnya menggiring kita ke jalan kebinasaan? Saudara, jangan hanya hidup untuk perkara-perkara di dunia yang suatu saat habis lenyap. Bukalah hati dan terima anugerah Tuhan, maka Anda akan diubahkan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mendatangkan kemuliaan kekal. (MV.L)

RENUNGAN

Hidup bagi Tuhan ibarat PINTU YANG SESAK dan JALAN YANG SEMPIT, tetapi ujungnya adalah KEMULIAAN KEKAL. Kita tidak akan pernah menyesalinya!

APLIKASI

  1. Sudahkah Anda hidup untuk Tuhan dan memerhatikan orang-orang di sekitar Anda?
  2. Mengapa Yesus meminta kita untuk masuk melalui pintu yang sesak dan berjalan di jalan yang sempit?
  3. Apa komitmen yang dapat Anda buat untuk mulai hidup bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ampuni kami apabila selama ini kami masih egois. Ubahlah hati kami, agar kami dapat mengarahkan hidup kami ke dalam rencana dan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

1 Tawarikh 7-10