Hidup Dalam Ketaatan

BACAAN HARI INI
Ibrani 12:18-29

RHEMA HARI INI
Ibrani 12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Alkisah pada zaman dahulu di China ada seorang ahli nujum yang sangat ahli dalam meramal nasib seseorang. Suatu hari ada dua orang tua yang masing-masing membawa anaknya untuk diramal perjalanan hidupnya. Setelah melihat anak yang pertama, si ahli nujum dengan takjub berkata kepada ibunya, “Anak Ibu mempunyai nasib yang luar biasa. Ia bisa berpotensi menjadi seorang pejabat atau penguasa yang luar biasa di negeri ini.” Ramalan itu membuat si ibu sangat senang dan bangga dengan anak tunggalnya. Ahli nujum kemudian melihat anak yang kedua. Ia sempat menggeleng-gelengkan kepala. Namun ia harus berkata jujur kepada ibunya, “Anak ini dilahirkan tanpa membawa bekal atau rejeki apa pun ke dunia ini. Ia bisa-bisa menjadi pengemis.” Mendengar ramalan ini, ibunya menjadi murung. Ahli nujum itu merasa iba kepadanya. Lalu ia pun memberikan saran, “Jangan bersedih, Bu! Didiklah anak Anda dengan baik. Walupun ia tidak membawa ‘bekal dari langit’, didiklah ia dengan pengetahuan, sikap yang baik, dan semangat untuk menjalani hidup ini. Yakinkan ia bahwa untuk mencapai kesuksesan semuanya harus diperjuangkan. Selanjutnya, ibu yang anaknya diramalkan menjadi penguasa sukses hanya memanja-manjakan anaknya, tanpa mendidiknya dengan baik, karena ia yakin anaknya akan menjadi penguasa yang sukses. Apa yang terjadi? Ternyata cara mendidiknya yang salah telah menjadikan anaknya menjadi pribadi yang kurang baik. Ia hanya bisa menghabiskan harta orangtuanya untuk bersenang-senang. Setelah semua harta warisan orangtuanya habis, ia pun jatuh miskin dan sengsaralah hidupnya. Sementara itu, orangtua yang meyakini anaknya tidak membawa ‘bekal dari langit’ dengan penuh dedikasi mendidik anaknya; membekali hidupnya dengan daya juang, ilmu pengetahuan, etika, sikap baik, dan semangat. Akhirnya, anak ini berhasil menjadi orang yang sukses. Ia bisa menjalani hidup ini dengan baik berbekal pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh orangtuanya.

Inilah gambaran hidup yang sesungguhnya. Hidup kita tidak 100% tergantung pada apa yang sudah dinubuatkan atau disediakan orang lain bagi kita. Masih ada bagian kita untuk memperjuangkan dan mengusahakannya sampai sungguh-sungguh menjadi kenyataan.

Demikian juga dengan segala perlengkapan, anugerah, karya yang sudah dikerjakan Tuhan Yesus bagi kita, tidak otomatis kita bisa nikmati begitu saja. Meskipun porsi kita sama sekali tidak sebanding dengan porsi yang sudah dikerjakan Tuhan, namun kita tetap harus melakukan apa yang menjadi bagian kita, yaitu hidup dalam ketaatan. Saat kita hidup dalam ketaatan itulah, maka anugerah, kasih karunia dan berkat Tuhan itu akan menjadi nyata dalam hidup kita.

RENUNGAN
Pengorbanan Yesus di kayu salib untuk membebaskan kita dari kutuk kemiskinan baru akan berlaku kalau kita HIDUP DALAM KETAATAN.

APLIKASI
1. Koreksi, sudahkah Anda hidup dalam ketaatan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa ajar kami untuk terus taat kepadaMu agar hidup kami berkenan di hadapanmu dan kami menerima kemerdekaan atas kutuk. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yosua 1-4