Hidup Dalam Kuasa Allah

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 4:19-35

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Abel dan ibunya sangat menyukai buah apel. Ketika Abel bermain ke rumah temannya dan mengetahui bahwa pohon-pohon yang sedang berbunga di rumah itu adalah pohon apel, ia pun meminta satu ranting untuk dibawa pulang. Dengan hati gembira, Abel menaruhnya di dalam sebuah vas dan mengairinya. Ia menantikan saatnya buah apel itu muncul. Namun, bukannya berbuah, hari demi hari, bunganya malah rontok dan ranting itu pun mati. Melihat itu, Abel menangis meraung-raung, sampai ibunya datang menghampiri. Setelah mengetahui penyebab anaknya menangis, ia pun berkata, “Bel, tidak ada ranting yang bisa hidup, apalagi berbuah, kalau dipisahkan dari pohonnya. Tanpa pokok pohonnya, ranting tidak bisa mendapatkan nutrisi makanan yang dibutuhkannya.”

Sama seperti ranting yang baru bisa hidup dan berbuah jika ia tersambung dengan pokok pohonnya, kita pun baru bisa memiliki kehidupan yang berbuah banyak dan penuh kuasa jika kita tinggal dalam Kristus. Tanpa aliran hidup dari Tuhan, kerohanian kita lama-kelamaan akan mengering dan mati. Itu sebabnya, Yesus mengatakan kita tidak bisa melakukan apa-apa di luar-Nya. Dia ingin, bersama-Nya, kita bisa menjadi ranting dan pokok yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Hal ini berbicara tentang hubungan intim, persekutuan terus-menerus, yang terjalin antara kita dengan Allah.

Ya, Tuhan sudah memberikan kuasa itu dalam diri kita saat Roh Kudus tinggal dalam kita. Namun, kita baru bisa menarik kuasa itu keluar dan bekerja ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Roh-Nya. Dalam bacaan hari ini, kita juga bisa menemukan bagaimana murid-murid Yesus hidup di bawah ancaman. Namun, ketika mereka berdoa dan dipenuhi Roh Kudus, mereka memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memberitakan Injil serta melakukan berbagai mujizat. Hal ini meperlihatkan bahwa hidup dalam kuasa dan mengerjakan mujizat adalah suatu kepastian saat kita melekat pada Roh Kudus. (MV.L)

RENUNGAN
Terus BANGUN HUBUNGAN INTIM dengan Roh Kudus, maka kita akan hidup dalam KUASA ALLAH dan mengerjakan MUJIZAT.

APLIKASI
1. Sudahkan Anda hidup dalam kuasa Allah dan mengerjakan mujizat?
2. Mengapa Anda perlu membangun hubungan intim dengan Roh Kudus?
3. Bagaimana Anda bisa membangun hubungan intim dengan Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah memperlengkapi kami dengan kuasa untuk mengerjakan mujizat. Ajarilah kami, agar kami bisa hidup dengan tinggal di dalam-Mu. Kami mau semakin melekat lagi dengan Roh Kudus dari hari ke hari. Sehingga kehidupan kami bisa menjadi hidup yang berbuah lebat bagi Kerajaan-Mu dan membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.