Hidup untuk Tuhan

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 09 September 2016

BACAAN HARI INI

Kisah 7:54-60

RHEMA HARI INI

Kisah 7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Hidup kita bukanlah milik kita sendiri. Hidup kita adalah apa yang bisa kita lakukan bagi Allah. Tentu hal inilah yang disadari oleh Stefanus. Seperti yang kita ketahui, ia merupakan martir pertama dalam sejarah kekristenan. Menariknya, ia bukanlah salah seorang dari bilangan para rasul. Awalnya, Stefanus adalah salah satu dari tujuh orang pelayan meja yang ditunjuk oleh kedua belas rasul. Untuk membantu mereka memerhatikan keperluan jemaat. Agar mereka dapat fokus dalam doa dan pelayanan firman. Namun, Alkitab juga mencatatnya sebagai seseorang yang penuh dengan karunia dan kuasa. Ia mengadakan banyak mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Ia melakukan lebih dari tugas pelayanan yang diberikan kepadanya. Di tengah masyarakat Yahudi yang saat itu menekan ajaran kristen, Stefanus menyebarkan injil dengan terang-terangan. Apa yang dilakukannya ini jelas meresahkan anggota jemaat agama Yahudi saat itu. Sehingga mereka menyeretnya menghadapi Mahkamah Agama.

Saat itu pun, ia tidak mencari jalan aman untuk dirinya sendiri. Dengan berani dan penuh hikmat Stefanus bersaksi di hadapan Mahkamah Agama dan menegur mereka. Kesungguhannya membuat aliran Roh Kudus menguasai dirinya, dan ketika itulah Stefanus mendapatkan penglihatan dimana Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Hal ini pun dinyatakannya tanpa ragu. Perkataannya itu membangkitkan amarah banyak orang. Yang kemudian membuatnya dirajam dengan batu. Namun, di akhir hidupnya, Stefanus berdoa dan meminta pengampunan untuk para penderanya.

Kisah hidup Stefanus menunjukkan bahwa siapa pun kita, apa pun pelayanan kita, Tuhan dapat memakai hidup kita. Dari penglihatan yang dialami Stefanus, kita dapat mempelajari bahwa Tuhan melihat apa yang kita perbuat bagi-Nya. Menegaskan bahwa Dia selalu siap untuk meneguhkan kita. Yang Dia perlukan hanyalah kerelaan hati kita. Jika kita berani habis-habisan seperti Stefanus, maka Tuhan pun akan melimpahkan kekuatan-Nya bagi kita. Sampai kita mencapai tujuan kemulian-Nya. (MV.L)

RENUNGAN

KEKUATAN TUHAN yang luar biasa dilimpahkan-Nya kepada mereka yang TIDAK EGOIS dan memiliki kerelaan untuk berkorban.

APLIKASI

  1. Apakah yang biasanya menghambat Anda untuk rela berkorban bagi Tuhan?
  2. Kapan terakhir kalinya Anda berkorban habis-habisan untuk Tuhan?
  3. Apa langkah yang dapat Anda ambil untuk mulai mendahulukan kepentingan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, ampunilah kami apabila sampai saat ini kami sering mementingkan diri kami sendiri. Mulai saat ini, kami mau memiliki kerelaan untuk berkorban, terlebih untuk kepentingan-Mu. Tuntun kami, ya, Bapa, dalam setiap pekerjaan yang Engkau percayakan kepada kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Keluaran 16-18