HIDUP YANG BERPUSAT PADA TUHAN

RHEMA HARI INI

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Salah satu cara dunia untuk menjatuhkan umat manusia adalah dengan menawarkan segala hal, kecuali Tuhan, untuk dijadikan pusat kehidupan. Misalnya pekerjaan dan keuangan, kesehatan, hobi, status sosial atau yang lainnya. Kita hidup begitu terfokus pada hal-hal tersebut, sehingga tanpa kita sadari, kasih kita kepada Tuhan mulai luntur bahkan menghilang. Kita mau menghabiskan banyak waktu, berpikir dan berusaha keras, pendeknya kita rela mengerahkan seluruh daya dan tenaga kita untuk sesuatu yang menjadi pusat kehidupan kita.

Tidak mengherankan ketika kita mengalami badai kehidupan, kita bisa menjadi sangat terpuruk dan kehilangan pengharapan. Sebab yang kita jadikan pusat kehidupan selama ini, tidak bisa menjadi jaminan yang bisa kita andalkan. Berbeda halnya jika kita menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Rasul Paulus adalah contoh seorang yang menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupannya. Terbukti dari pengajarannya, baik kepada jemaat di Kolose maupun di Korintus. Paulus selalu mengingatkan jemaat supaya apapun yang mereka lakukan, lakukanlah untuk Tuhan. Pekerjaan, pernikahan, kesehatan, keuangan, bahkan untuk hal yang paling mendasar atau basic dalam kehidupan manusia, yaitu makan, Paulus mengingatkan supaya kita melakukannya untuk kemuliaan Tuhan.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana Paulus mengasihi Tuhan dengan segenap. Dari ujung kepala atas sampai ujung kakinya, bicara tentang Tuhan. Dari paling luar sampai paling dalam tubuhnya, bicara tentang Tuhan. Tuhan ada di setiap detik dan dalam setiap inchi hidupnya. Tuhan ada di setiap sel-sel tubuhnya, sehingga apapun tantangan yang ada di depannya, sanggup di hadapi dan dikalahkan bersama dengan Tuhan. Hari ini, jika kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, kita dapat mengetahui kebenarannya dengan melihat apa yang menjadi pusat hidup kita. Memang tidak mudah untuk meneladani Paulus, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Mari kita terus belajar untuk bisa semakin mengasihi Tuhan dengan segenap seperti Paulus yang orientasi hidupnya 100 persen adalah Tuhan.

RENUNGAN

MILIKILAH HIDUP yang BERPUSAT HANYA KEPADA TUHAN.

APLIKASI

1. Mengapa penting bagi Anda untuk memiliki hidup yang berpusat hanya kepada Tuhan?
2. Apa saja yang menghalangi Anda untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup Anda?
3. Bagaimana Anda akan mulai menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Roh Kudus, kami berdoa untuk lawatan-Mu atas hati kami. Sehingga kami boleh memiliki hati yang benar-benar berpusat hanya kepada Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!