Hidup Yang Membuktikan Kebesaran Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 60:1-22

RHEMA HARI INI
Yesaya 60:2-3 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky adalah salah seorang sastrawan Rusia yang sangat berpengaruh pada abad 20. Karya-karyanya banyak menjelaskan pemahaman tentang psikologi manusia serta analisis mengenai keadaan politik, sosial, dan spiritual di Rusia pada masanya. Pada tahun 1849, ia dijatuhi hukuman mati karena dituduh terlibat dalam kegiatan anti pemerintahan dan dijebloskan ke kamp penjara Omsk Siberia. Pada saat berada di kamp itu, ia berjumpa dan berinteraksi dengan orang-orang Kristen yang ada di sana. Kehidupan orang Kristen itu membuatnya mengenal Kristus dan akhirnya mengubahnya menjadi seorang Kristen. Dostoyevsky benar-benar mengalami titik balik kehidupan karena kemudian ia meninggalkan gagasan-gagasan idealnya semula dan menjadi penentang keras nihilisme dan sosialisme ateis.

Tuhan sangat serius untuk memulihkan hidup semua orang yang sangat dikasihiNya. Dia selalu punya cara untuk mengangkat bahkan membuat kita menjadi ciptaan baru sesuai dengan rencanaNya. Itu juga yang dialami Dostoyevsky yang akhirnya bertemu dengan Kristus melalui interaksinya dengan orang-orang Kristen di sekelilingnya. Hal ini menunjukkan betapa luar biasanya peran dan dampak keberadaan orang Kristen sebagai garam dan terang dunia. Kitab Yesaya 60:2-3 menubuatkan bahwa melalui keberadaan orang percaya, terang dan kemuliaan Tuhan akan dinyatakan bagi seluruh bangsa.

Bagaimanapun keberadaan kita saat ini, Tuhan memiliki kerinduan untuk membangun kita terus menerus. Tuhan menginginkan untuk kita berproses menjadi semakin baik dan indah di mataNya. Semuanya itu adalah karya pembaharuan yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita sehingga kita sungguh-sungguh menjadi ciptaan yang baru. Saat kita menjadi ciptaan yang baru, orang-orang yang tadinya mengenal kita menjadi terheran-heran dengan keadaan kita yang kemudian. Melalui hidup kita yang diubahkan, akan muncul banyak kesaksian. Melalui hidup kita yang diubahkan, banyak orang akan diberkati. Melalui hidup kita yang diubahkan, banyak orang menjadi percaya kepada karya Tuhan kita dan mereka diselamatkan.

RENUNGAN
Melalui KARYA PEMBARUAN dalam hidup kita, orang-orang akan melihat PEKERJAAN TUHAN dan PERCAYA KEPADA-NYA.

APLIKASI
1. Apakah masa lalu Anda yang sudah diubahkan/dipulihkan Tuhan?
2. Apakah pemulihan tersebut membuat Anda bisa menjadi saksi Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa terus menyaksikan kebesaran Tuhan melalui hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur sebab melalui karya-MU yang ajaib, hidup kami sudah dipulihkan. Biarlah hidup kami menjadi saksi-MU yang menceritakan karya kebesaran-MU bagi orang-orang di sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.