HIDUP YANG MEMULIAKAN ALLAH

RHEMA HARI INI

1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Kisah hidup Paulus menceritakan tentan perubahan perjalanan hidup yang sangat luar biasa. Paulus yang lahir di keluarga Yahudi yang taat, terpandang dan terpelajar, begitu berambisi untuk menangkap dan menyiksa pengikut Kristus yang dianggap sebagai penyesat. Namun setelah Tuhan Yesus menjumpainya secara pribadi dalam perjalanan menuju ke Damsyik, jalan hidupnya berubah total. Ia yang tadinya dikenal sebagai orang yang sangat bersemangat mengejar-ngejar pengikut Kristus, justru berbalik menjadi pengikut Kristus yang setia, gigih, dan berani. Paulus meninggalkan semuanya untuk pergi memberitakan Injil, bersaksi, membangun dan menguatkan hidup para jemaat.

Dalam sebuah surat yang ditulisnya kepada jemaat di Filipi, Paulus menceritakan bagaimana ia meninggalkan masa lalunya demi memperoleh pengetahuan akan Kristus. Ia yang sudah ditangkap oleh Kristus, berupaya sedemikian keras untuk fokus mengarahkan diri dan berlari kepada panggilan sorgawi dalam Yesus Kristus. Sampai-sampai ia berkata bahwa baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Apapun yang dikerjakan Paulus, dari hal-hal mendasar seperti makan dan minum, sampai perkara-perkara besar, dilakukannya untuk Tuhan.

Malam ini mari kita periksa diri kita masing-masing apakah tujuan hidup kita yang sebenarnya? Apakah selama ini kita melakukan segala sesuatu untuk kepentingan Tuhan atau kepentingan diri kita sendiri? Belajar dari kisah hidup Paulus diatas, mari kita teladani hidupnya yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Sehingga kitapun bisa mempersembahkan seluruh aspek kehidupan kita kepada Tuhan. Mari kita undang Roh Kudus supaya memberikan kepada kita hati yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ketika Roh Kudus hadir dan berkuasa dalam hati kita, maka Dia akan memampukan kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, sehingga apapun yang kita kerjakan pada ujungnya bukanlah untuk kepentingan diri sendiri, tetapi hanya untuk memuliakan Nama-Nya.

RENUNGAN

Anak Tuhan MEMILIKI HIDUP YANG BERBEDA, apa pun yang dilakukan, UJUNG-UJUNGNYA adalah TUHAN.

APLIKASI

1. Apa yang membedakan anak-anak Tuhan dengan anak dunia?
2. Jika secara jujur menilai, apakah ujung dari segala yang Anda lakukan selama ini?
3. Bagaimana Anda akan melatih diri Anda supaya apa pun yang Anda lakukan ujung-ujungnya adalah Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami mengucap syukur bahwa Engkau telah menjadikan kami anak-anak-Mu. Tanamkanlah dalam hati kami, agar kami senantiasa menyadari, sebagai anak-Mu kami memiliki hidup yang berbeda dengan dunia. Apapun yang kami lakukan, biarlah kiranya hanya untuk kemuliaan-Mu saja. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!