Iman Kesembuhan Jangan Tergoyahkan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 9:14-29

RHEMA HARI INI
Markus 9:23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Ini adalah kisah dari Ana, seorang yang memiliki suara merdu dari keluarga percaya. Sejak kecil, ia seringkali diajak berdoa oleh ibunya dan mengenal Yesus sebagai Juruselamatnya. Ia pun tumbuh dan melayani dengan suara merdunya. Namun suatu ketika, ibunya terkena penyakit kanker tenggorokan stadium akhir hingga akhirnya meninggal dunia. Kecewa kepada Tuhan, Ana langsung meninggalkan pelayanan, bahkan meninggalkan ibadah di gereja. Sampai suatu hari ia harus dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Saat itulah dokter menemukan bahwa Ana juga mengidap penyakit yang sama dengan yang diderita oleh ibunya, yaitu kanker tenggorokan.

Mendengar vonis dokter itu, Ana merasa sangat down. Ia hanya bisa termenung dan membayangkan kematiannya saja. Sang dokter menawarkan operasi, tetapi Ana bersikeras menolaknya. Makin hari, kondisi Ana menjadi semakin lemah, kanker sudah menjalar di berbagai bagian tubuhnya. Sampai suatu hari, tanpa sengaja ia mendengar seorang pengamen menyanyikan lagu rohani tentang mujizat masih ada di dalam Tuhan. Lagu itu dipakai oleh Tuhan untuk membangkitkan imannya kembali. Anapun kembali datang kepada Tuhan, beribadah, dan mulai kembali membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Tanpa disadarinya, kondisi tubuhnya mulai membaik dan semakin membaik. Selang beberapa waktu kemudan, dokter menyatakan Ana sudah bebas dari semua sel kanker! Imannya yang dipulihkan kepada Tuhan menghasilkan mujizat kesembuhan yang ajaib dalam tubuhnya.

Seperti Ana yang sempat ragu bahkan tidak percaya lagi bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan, demikianlah juga kita seringkali bimbang dan meragukan janji firman Tuhan ketika keadaan kita justru sebaliknya. Saat keadaan kita tidak sesuai dengan apa yang kita imani atau percayai, saat itulah sebenarnya iman kita diuji. Tetaplah pegang janji Tuhan, tetap tujukan pandangan kita kepada Tuhan, jangan goyah, percayalah bahwa Tuhan pasti menggenapi janji-Nya dalam hidup kita.

RENUNGAN
JANGAN IZINKAN apa pun yang terjadi membuat IMAN kita atas kesembuhan ilahi TERGOYAHKAN.

APLIKASI
1. Apakah saat ini iman Anda masih yakin untuk menerima kesembuhan ilahi?
2. Jika belum, apa yang menghambat iman Anda untuk bisa terus menerima kesembuhan dari Tuhan?
3. Apa yang akan Anda lakukan untuk membangun dan menjaga iman Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Tuhan Allah Bapa di surga terima kasih atas kesembuhan yang Kau berikan kepada kami. Kami yakin Bapa, segala penyakit yang ada di tubuh kami dapat Engkau tanggung sepenuhnya. Kami tidak mau tahu seberapa parah penyakit kami, iman kami sudah yakin kami menerimat kesembuhan atas Engkau. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.