Iman Yang Melepaskan Kuasa Allah

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 20 September 2016

BACAAN HARI INI

Matius 17:15-20

RHEMA HARI INI

Matius 17:20b Sebab aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana,—maka gunung ini akan pindah, dan tak kan ada yang mustahil bagimu.

Hidup dalam iman di dunia ini bukanlah sesuatu yang mudah. Zaman semakin canggih. Segala sesuatunya dituntut untuk diuji secara ilmiah. Harus dapat dibuktikan secara nyata terlebih dahulu untuk dapat diterima. Seeing is believing. Sadar ataupun tidak, asas hidup yang satu ini sedikit banyak juga terpola dalam pikiran orang-orang percaya. Sedangkan firman Tuhan mengatakan, “Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Bagi kita, seharusnya iman itu sendiri sudah menjadi sebuah bukti. Namun, berapa banyak kali ketika kita berhadapan dengan kesulitan atau tantangan, kita lebih terpengaruh oleh apa yang terlihat dengan mata kita dibandingkan apa yang Allah lihat? Rasanya, lebih mudah bagi kita untuk mengatakan bahwa kondisi yang kita hadapi mustahil untuk teratasi daripada memperkatakan iman kita terhadap janji Tuhan.

Dua ribu tahun yang lalu, ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Dalam budaya Yahudi, perempuan yang sedang pendarahan dianggap najis. Tidak ada yang boleh menyentuhnya. Ia pun tidak diizinkan bersentuhan dengan orang lain. Dengan kata lain, selama dua belas tahun ia bukan hanya menderita sakit, tetapi juga hidup dalam keterasingan. Ketika ia mendengar tentang Yesus, harapannya tumbuh. Namun ia tentu tidak berani untuk minta disembuhkan secara terang-terangan di depan banyak orang. Pun ia tidak ingin melepaskan kesempatan yang mungkin hanya satu kali didapatkannya dalam hidup. Akhirnya, diam-diam ia mendekati Yesus dari belakang, menyentuh jubah-Nya, dan sembuh. Dua dari ketiga kitab injil yang mencatat perbuatannya ini merekam perkataan imannya yang menakjubkan saat itu. “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Hari ini, kalau ada permasalahan yang Anda hadapi, belajarlah dari perempuan ini. Yang dalam keterputusasaannya sekalipun, ia berkata-kata dengan iman yang sanggup melepaskan kuasa Allah. Percayalah, bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil. (MV.L)

RENUNGAN

Berkata-kata dengan iman adalah KUNCI melepaskan kuasa Allah.

APLIKASI

  1. Menurut Anda, apakah yang dimaksud dengan hidup dalam iman?
  2. Bagaimana sikap Anda dalam menyikapi permasalahan selama ini?
  3. Langkah apa yang dapat Anda perbuat untuk mengalami kuasa Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Ampunilah kami, ya, Tuhan, apabila selama ini kami lebih memercayai apa yang kami lihat dengan mata jasmani kami. Ajarilah kami bagaimana untuk memiliki iman sebesar biji sesawi. Ajari kami juga untuk dapat berkata-kata dengan iman. Agar kami dapat mengatasi segala persoalan kami. Dan kami pun dapat mempermuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Bilangan 5-6