Iman Yang Menarik Mujizat Kesembuhan Besar

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Markus 5:25-34

RHEMA HARI INI
Markus 5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

“Dri, coba deh kamu ke Dr. Hwang. Teman pamanku punya masalah yang sama denganmu, dan sekarang dia sudah sembuh,” kata Jojo kepada Andri yang sedang menahan sakit di pinggangnya. Saat itu Andri sedang menghadiri reuni ketika pinggangnya mulai terasa nyeri. Ia pun pamit untuk baringan di sofa. Semua orang maklum karena mereka menyaksikan bagaimana Andri terjatuh dengan sangat keras dalam pertandingan bola basket saat mereka masih SMA. Sejak itulah, selama belasan tahun pinggangnya sering terasa sakit. Andri sudah mencoba pergi ke dokter tulang, terapis, maupun pengobatan tradisional, tetapi tak ada yang benar-benar bisa menyembuhkannya. Bahkan, beberapa dokter mengatakan bahwa tinggal tunggu waktu ia menjadi lumpuh.

“Ah, Dr. Hwang!” seru seorang teman mereka yang lainnya. “Kemarin aku juga baru dengar, anaknya bosku pergi ke Penang untuk mengobati saraf kejepit. Tadinya dia bahkan sudah di kursi roda, tapi kemarin di kantor bisa naik turun tangga sendiri. Sepertinya nama dokternya sama.” Karena sedang kesakitan, Andri tidak merespons mereka, tetapi mendengar semua testimoni itu, harapannya mulai bangkit. Dua minggu kemudian, Andri pun berangkat untuk menemui dokter tersebut.

Ya, apa yang kita dengar sangatlah penting. Firman Tuhan berkata, iman timbul dari pendengaran. Pendengaran akan kabar baik tentang Yesus Kristus, Sang Firman Yang Hidup. Dalam Alkitab, ada kisah tentang wanita yang pendarahan selama 12 tahun. Ia juga telah mendatangi banyak tabib, tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkannya. Sampai suatu hari, ia mendengar kabar tentang Yesus yang menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kabar inilah yang menumbuhkan imannya. Karena ada iman, wanita ini berani mendekati Yesus. Karena ada iman, ia benar-benar percaya bahwa dengan menyentuh jubah-Nya saja, ia akan sembuh. Iman yang terlahir dengan cara seperti inilah, yang menarik mujizat kesembuhan besar ke dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
MUJIZAT KESEMBUHAN BESAR hanya akan terjadi saat ada IMAN DALAM YESUS, Sang Penyembuh kita.

APLIKASI
1. Iman seperti apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan mujizat kesembuhan besar?
2. Mengapa Anda membutuhkan iman untuk mendapatkan mujizat kesembuhan besar?
3. Bagaimana Anda dapat menumbuhkan iman yang Anda butuhkan tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkaulah Penyembuh kami. Hanya Engkaulah yang kami percaya dan harapkan. Kami percaya, Engkau bukanlah Tuhan yang mengabaikan seruan-seruan kami, tetapi Engkau akan segera bertindak dan menyembuhkan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.