Iman Yang Sebenarnya

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 02 Oktober 2016

BACAAN HARI INI

1 Petrus 1:3-12

RHEMA HARI INI

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Dalam hidup, setiap dari kita tentu memiliki banyak pengharapan. Kita berharap dapat hidup dengan baik. Punya keluarga yang harmonis, pekerjaan sesuai impian dan bergaji layak, atap di atas kepala, serta tidak perlu mengkhawatirkan tentang makanan. Lebih baik lagi, kalau kita punya dana tabungan dan investasi yang cukup sebagai jaminan masa depan. Sebagai orang percaya, tentu kita membawa semua itu ke dalam doa. Namun seringkalinya, semua pengharapan kita terhalang dengan begitu banyaknya permasalahan. Kesehatan yang memburuk, kehilangan pekerjaan, Keretakan dalam rumah tangga. Cicilan yang membengkak menjadi hutang. Cita-cita yang buyar. Rasanya, segala sesuatu menghadang kita di setiap tikungan. Apa yang kita harapkan dan impikan pun semakin menjauh.

Kemudian kita bertanya-tanya: Kenapa? Padahal kita sudah berdoa. Mengapa mujizat yang dinantikan tidak kunjung terjadi dalam hidup kita? Kata orang-orang, kita kurang beriman. Akhirnya, kita pun berusaha untuk memiliki iman yang lebih besar lagi. Kita lupa, bahwa iman tidaklah sama seperti motivasi diri. Iman sejatinya adalah anugerah pemberian dari Tuhan.

Jika selama ini kita mengimani perjuangan kita sendiri, maka kita telah kehilangan fokus kita. Iman bukanlah tentang kita maupun tentang perjuangan kita. Meski dalam iman dibutuhkan suatu tindakan, namun sejak awal iman bukanlah tentang apa yang kita lakukan. Iman adalah tentang Allah. Tentang apa yang kita ketahui tentang diri-Nya dan apa yang sanggup dan telah Dia lakukan bagi kita. Bahwa rancangan-Nya bagi kita adalah suatu hidup yang penuh dengan pengharapan. Kejarlah Tuhan dan pengenalan akan diri-Nya. Sampai kita melihat seperti Allah melihat. Sampai kita berkata seperti Allah berkata. Sampai kita hidup dalam dimensi iman. Demikianlah iman itu ditambahkan dengan sendirinya kepada kita. Kuasa Allah pun akan dimanifestasikan secara ajaib dan mujizat-mujizat heran akan terjadi dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN

Iman bukanlah perjuangan kita sendiri. IMAN ADALAH MENERIMA apa yang sudah Allah lakukan.

APLIKASI

  1. Bagi Anda, apakah yang dimaksud dengan iman?
  2. Dalam menghadapi masalah, selama ini Anda lebih fokus terhadap permasalahan, iman Anda atau kepada Tuhan?
  3. Langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk menerima apa yang sudah Allah lakukan bagi hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Ya, Tuhan, terima kasih karena pada hari ini Engkau mengingatkan kami untuk memiliki iman yang benar. Bawa kami untuk mengenal-Mu lebih dekat lagi. Agar kami dapat melihat dan berkata seperti-Mu. Tetapkanlah langkah-langkah kami agar kami pun dapat menerima apa yang telah Engkau lakukan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Bilangan 8-10