Instan Vs Ketekunan

DERGTDFGDRHEMA HARI INI
Ibrani 10:36 “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”

Dunia saat ini banyak menawarkan hal-hal yang serba instant, praktis dan serba cepat. Misalkan, jika kita ingin makan mie, tinggal masukkan mie instant kedalam air mendidih, tiriskan dan campur dengan bubuk bumbu instant yang tersedia, mie pun siap dalam tiga menit, enak khan ? Jika kita ingin minum teh melati, cukup masukkan teh celup kedalam cangkir yang berisi air hangat, sangat praktis bukan? Bahkan jika kita ingin membuat kue donat atau bakpao kita tidak perlu repot dan kotor membuat adonan tepung, karena sudah ada bahan kue donat dan bakpao instant! Bahkan, begitu banyak perbankan menawarkan pinjaman uang atau modal dengan mudahnya, cukup 1 jam dan dana kredit jutaan Rupiah pun cair! Sampai jalan untuk menjadi artis atau orang terkenal secara instan pun banyak ditawarkan melalui ajang pencari bakat di televisi. Tidak dipungkiri, kemudahan demi kemudahan ditawarkan di segala bidang kehidupan sangat mempermudah kita. Kini, bukan hanya makanan, minuman atau apapun yang serba instant, praktis dan cepat bahkan “iman instant” pun banyak ditawarkan, tidak sedikit gereja-gereja di kota-kota besar menawarkan ibadah kilat, cukup 1 jam! Sungguh sangat ironi, bukan? Pokoknya segala sesuatu yang serba instant dan cepat sedang dicari semua orang.

Begitu pula kita sebagai orang percaya. Kita menginginkan segala sesuatu dari Tuhan secara instant, dan tidak mau bersabar apalagi bertekun menanti-nantikan Dia. Akibatnya banyak orang Kristen mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan karena masalah yang belum terselesaikan: kegagalan dalam mencari pekerjaan, sakit-penyakit yang belum juga sembuh dan lain-lain. Ketekunan adalah bentuk terpenting dari displin diri dan merupakan ukuran sebenarnya dari karakter kita, bagaimana kita berpegang teguh terhadap suatu pengharapan dan apa yang kita yakini. Oleh karena firman Tuhan selalu mengingatkan agar kita memiliki ketekunan dalam segala hal, karena ketekunan dan kesabaran adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Alkitab menulis, “dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”(Roma5:4-5). Amin (RK)

RENUNGAN
Jangan selalu suka yang instan, bersabarlah menantikan masa panen. Apa yang Anda tabur, butuh waktu sampai bisa dituai!

APLIKASI
1. Coba renungkan kecenderungan hati Anda, apakah lebih condong ke hal-hal praktis,cepat dan instant atau setia dengan setiap proses kehidupan?
2. Apakah yang dapat Saudara upayakan agar Anda semakin bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan iman dan pelayanan Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus ajar kami selalu untuk setia dan memegang teguh iman kami. Senantiasa bertekun di dalam Engkau, apapun pergumulan dan proses hidup yang kami jalani. Kami percaya Engkau menyertai kami senantiasa. Terimakasih Tuhan. Amin.