Inti Dari Pondok Daud

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Samuel 4:1-8

RHEMA HARI INI
1 Samuel 4:3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”

“Yah, kalau kamu nggak jadi ikutan reunian, aku juga nggak jadi datang deh,” kata Siska kepada Andrea lewat telepon. “Lho, kenapa?” tanya Andrea kebingungan, “Datang saja. Kan bisa ketemu sama teman-teman lama, bisa makan enak juga.” Lalu Siska menjawab dengan tegas, “Rasanya nggak sama kalau nggak ada kamu, Dre. Seperti ada yang kurang. Garing.” Banyak dari kita yang mungkin pernah merasa seperti Siska. Ketika kita hendak berkumpul ramai-ramai, rasanya ada yang kurang kalau orang-orang tertentu tidak hadir. Orang-orang itu biasanya adalah mereka yang bisa menghidupkan suasana dan kehadirannya paling diharapkan. Tanpa mereka acara kumpul-kumpul atau makan-makan pun terasa biasa-biasa saja. Seolah-olah merekalah pusat atau inti dari komunitas kita.

Sebenarnya, saat kita sama-sama datang ke Pondok Daud, ada sesuatu atau tepatnya satu Pribadi yang kehadirannya seharusnya paling kita harapkan. Tanpa kehadiran-Nya, maka semua hal yang kita lakukan dalam Pondok Daud sia-sia belaka. Tidak ada artinya. Tanpa-Nya, tidak ada kuasa, tidak ada mujizat, tidak ada pemulihan atau kesembuhan, dan tidak ada kebangkitan rohani yang terjadi di tengah-tengah kita.

Inilah yang disadari oleh bangsa Israel ketika mereka sedang terdesak dalam pertempuran melawan orang Filistin. Mereka membutuhkan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Itulah sebabnya mereka membawa Tabut Perjanjian ke perkemahan mereka di medan perang. Bahkan bangsa Filistin pun sempat gentar ketika mereka menyadari Allah telah datang ke perkemahan orang Israel (ay.7). Karena ketika Tuhan hadir, tidak ada suatu apa pun yang tidak dapat dilakukan-Nya bagi umat yang Dia kasihi. Oleh sebab itu, saat kita bersama-sama membangun Pondok Daud, tempatkanlah pribadi Tuhan Yesus sebagai pusat pujian penyembahan kita. Di mana pun kita membangun Pondok Daud, saat Tuhan bertakhta di atas pujian penyembahan kita, kuasa-Nya yang tak terbatas pun akan tercurahkan ke tengah-tengah kita. (MV.L)

RENUNGAN
TANPA TABUT PERJANJIAN, Pondok Daud hanyalah PONDOK BIASA yang TIDAK MEMILIKI KUASA apa pun.

APLIKASI
1. Mengapa Tabut Perjanjian harus ada di dalam Pondok Daud? Apakah pengertian Tabut Perjanjian di masa kini?
2. Selama ini apakah yang menjadi pusat perhatian Anda saat datang ke Pondok Daud?
3. Bagaimana Anda dapat menempatkan Tabut Perjanjian dalam Pondok Daud?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkaulah pusat segalanya. Tanpa-Mu, tidak ada sesuatu pun yang jadi di dunia ini. Engkaulah alasan dunia ini dijadikan dan alasan kami hidup. Karena itu kami ingin menempatkan Engkau sebagai pusat hidup kami, sehingga tujuan-Mu dalam hidup kami pun boleh semakin dinyatakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.