ISTRIKU HAMIL KARENA ADA TUHAN YANG LUARBIASA

o-COUPLE-PREGNANCY-ULTRASOUND-facebook

“Tahun Anugrah Tuhan bagi kami.” Kami adalah suami istri yang sudah menikah selama lebih dari 2 tahun dan sedikit berbeda dengan kehidupan pasangan lain yang bisa segera mendapatkan anak begitu menikah, tapi kami tidak demikian. Selama 2 tahun itu kami diberikan kesempatan Tuhan untuk melewati pergumulan hidup yang menguji hati mengenai kerinduan kami memiliki buah hati, ditambah komentar kanan-kiri, dari saudara, teman hingga lingkungan sekalipun semakin membuat kami merasa down..minder, hingga bersosialisasi pun kami menjadi kurang. Kami lebih senang berpergian sendiri dari pada berkumpul, sebab dekat mereka membuat kami semakin stres. Hingga kami menjadi tambah panik lagi saat dokter memvonis istri saya menderita Polycistic Ovary Syndrome (PCOS) yaitu keadaan dimana telur tidak bisa matang sehingga dengan kata lain kalau sel telur tidak bisa matang maka proses pembuahan secara medis pasti sulit terjadi, dan harapan kami untuk memiliki buah hatipun kecil. Kami menjadi panik dan segala upaya pengobatan dari dokter-dokter spesialis obgyn sampe infertility pun kami coba datangi hingga entah sudah berapa dokter yang kami datangi, sudah ratusan butir obat yg istriku minum tiap bulannya. Berbagai tes lab dari yang simple sampai yang menyakitkan  pun telah kami lalui, tapi tetap nihil hasilnya. Hingga kami merasa kami sudah mentok, bingung harus bagaimana lagi. Setiap malam istriku menangis sedih, sebagai suami tentunya saya hanya bisa menguatkan dan menghibur. Saat kesesakan itulah Puji Tuhan waktu itu Tuhan tegur dan ingatkan kami, bahwa masih ada Tuhan. Mungkin kami selama ini hanya menuruti ego keinginan kami. Kami berusaha hanya mengandalkan yang kami miliki, mengandalkan manusia saja, kami lupa Tuhan hingga kami sudah bingung sendiri dan akhirnya berserah. Saat ke gereja Puji Tuhan dalam penyerahaan diri, Tuhan ingatkan kami pada ibadah tersebut dan memberi penghiburan pada kami akan rencana Tuhan. Kami dikuatkan bahwa “rancangan Tuhan adalah rancangan kesejahteraan” kami percaya Tuhan punya rencana bagi keluarga kami. Kami pun bangkit dari keterpurukan hati kami, kami lalui hari demi hari dengan sukacita dan percaya pada Tuhan sambil setiap malam kami berdoa bersama pada Tuhan dan menumpangkan tangan pada perut istri sambil mengimani Tuhan punya rencana yang indah bagi kami. Desember 2013 kami beranikan diri untuk kembali kesalahsatu dokter yang pernah menangani istriku. Kami mencoba memulai kembali program kehamilan, dan saat diperiksa memang hasilnya sama, PCOS masih ada tapi bedanya kami saat itu tidak takut dan percaya ini jalan Tuhan yang harus kami lalui sambil kami berdoa, bahkan orangtua kami juga mendukung dengan berdoa. Dan Kami pun memberanikan diri meminta dokter untuk melakukan proses inseminasi, meski dokter waktu itu menjelaskan bahwa dengan kondisi kami waktu itu peluang berhasil hanya dibawah 10%, karena sebelumnya kami memang pernah mencoba dan memang gagal. Namun disaat kebimbangan itu hadir kami memilih tetap percaya bahwa ini adalah saat Tuhan akan menganugerahkan berkat bagi keluarga kami. Kami imani 10% itu adalah angka kegagalan dan yang 90% angka keberhasilan dalam nama Tuhan, akhirnya karena tekad dan iman sudah bulat, dokter berkenan untuk melaksanakannya. Singkat cerita kami pun melewati proses Inseminasi Buatan dan tinggal pasrah berserah bahwa hasilnya adalah keinginan Nya. Setelah 2 tahun belum diberi anak membuat kami menyadari bahwa semua ini (anak) bukan karena kehebatan kuat gagah manusia tapi dari Tuhan. Jika gagal kami harus siap bersabar kembali, jika berhasil kami tidak boleh lupa bahwa anak adalah anugerah dari kuasa Tuhan. Singkat cerita H -1 sebelum tanggal haid dan jadwal periksa hasil insem ke dokter kami berdua tanpa sebab terbangun dini hari pukul 4.00 saya tergerak untuk pergi ke minimart beli testpack. Setelah dites istriku dengan binggung bertanya “kok TP nya rusak ya? Ada garis tipis sekali” PUJI TUHAN.. garisnya 2 meski tipis sekali..Istriku sedikit bingung, karena selama ini belum pernah melihat dan mengalami TP orang yang hamil. Kami saat itu langsung berdoa bersama mengucap syukur pada Tuhan, meski belum pasti tapi kami imani bahwa pasti positif. Kami mau memiliki iman sperti nabi elia yang melihat awan kecil dan percaya akan datangnya hujan besar, besoknya kami segera ke dokter dan mendapatkan hasil yang sama bahwa sudah positif hamil walau belum terlambat haid. Dokter dan perawatnya pun sampai terbingung-bingung kok bisa, karena memang kecil peluang berhasilnya waktu itu. Yah bersama Tuhan, tiada yang tak mungkin. Kami sungguh mengucap syukur pada Tuhan, karena Dialah Tabib yang ajaib. Tuhan atas segala tuhan..Dia Tuhan yang tak pernah tinggalkan umatNya. Demikian saudara, sedikit kisah kesaksian kami yang rindu kami bagikan untuk saudara seiman sekalian. Saat ini saudara mengalami apa yang kami rasakan atau bahkan masalah-masalah yang lebih besar, ingatlah bahwa Tuhan hanya sejauh doa kita, tangannya selalu terbuka bagi kita yang meminta dalam namaNya. Seberapapun besar pergumulan kita, ingatlah masih ada Tuhan dan tahun ini adalah Tahun anugerah Tuhan yang nyata bagi siapapun yang mau berserah padaNya. Dia punya rencana yang indah buat saudara dan kita semua. Amin Tuhan Yesus memberkati..

Bobby&Visca