Jadilah Pribadi Yang Bahagia

RHEMA HARI INI
Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu. Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?” Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian. “Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah. Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia. Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hamba-Mu hendak beristirahat.” Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja. Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.” “Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang. “Silakan.” Jawab anak muda itu. Pedagang itu bertanya, “Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?” Jawab anak muda itu,“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberian-Nya ini.”

Kita bisa memilih apakah kita ingin seperti pedagang tersebut yang tidak bahagia atau seperti pemuda tersebut yang memilih untuk berbahagia.Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia. Bahagia itu kita yang ciptakan, bukan orang lain. Hanya kita sendiri yang bisa ciptakan kebahagiaan hidup kita sendiri. Semua ada ditangan kita. Firman Allah menyatakan bahwa kebahagiaan sejati dapat terwujud jika kita taat pada taurat Allah. Kebahagiaan tidak didapat dengan mengejarnya. Sebaliknya, kebahagiaan merupakan hasil sampingan dari pencarian kita untuk berjalan lebih dekat dengan Allah. Saat melakukannya, kita akan menemukan kebahagiaan mendalam yang tak dapat diberikan oleh seseorang atau sesuatu. Marilah kita menjadi pribadi yang bahagia sebab keluarga bahagia dibangun dari pribadi-pribadi yang bahagia. (ABU)

RENUNGAN
Jadilah PRIBADI YANG BAHAGIA! Sebab KELUARGA BAHAGIA dibangun dari pribadi-pribadi yang BAHAGIA.

APLIKASI
1. Apakah Anda termasuk pribadi yang bahagia, coba renungkan ?
2. Apa langkah yang akan Anda lakukan sebagai pribadi yang bahagia agar keluarga Anda juga bahagia ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami mau berkomitmen senantiasa menjadi pribadi yang bahagaia sebab inilah kunci keluarga kami juga mengalami kebahagiaan. Amin