JADILAH YANG TERLEBIH DAHULU MENABUR KASIH

RHEMA HARI INI

Kisah Para Rasul 20:35b …Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Di tahun 1998 di tengah keadaan ekonomi yang tidak stabil, ditemukan seorang anak yang dibuang dalam kardus mi instan dan diletakkan begitu saja di tepi jalan. Anak yang berusia sekitar dua setengah tahun itu buta. Kulitnya kasar dan penampilannya sangat buruk seperti tidak pernah mandi selama berbulan-bulan. Anak itu di duga mengalami kelumpuhan karena tidak bisa duduk dan berjalan. Tak ada seorang pun yang mau memungut dan merawat anak tersebut setelah sebelumnya dibawa oleh Dinas Sosial. Seorang bapak yang diberitahu soal itu, merasa tergerak untuk merawatnya. Tetapi bapak itu bimbang karena kondisi ekonomi keluarganya sendiri pun sedang tidak baik bahkan masih memiliki hutang.

Putri bapak itulah yang akhirnya mengatakan bahwa mereka sekeluarga telah menerima kasih Tuhan yang luar biasa selama ini. Mengambil anak yang normal adalah hal yang masih masuk akal, tetapi berani menerima anak yang cacat tentulah berharga di mata Tuhan. Maka dengan hati yang damai sejahtera, keluarga bapak itupun akhirnya membawa anak itu pulang dan mengasihinya seperti keluarga mereka sendiri. Ketulusan hati mereka mendatangkan kasih karunia dan mujizat Tuhan. Lewat sebuah KKR anak yang semula tidak bisa buang air dengan normal itu di sembuhkan. Bahkan lumpuhnya pun sembuh dan bisa berjalan secara normal. Benih-benih kasih yang mereka tanam, sekarang mereka menuai berkat besar dari Tuhan. Bulan Oktober 2003, Tuhan pulihkan keadaan ekonomi keluarga mereka dan terbebas dari hutang.

Ya, tindakan kasih itu memberi, bukan menuntut. Ada banyak orang yang lebih dahulu menuntut haknya sebelum ia memberikan apa-apa. Akibatnya ada begitu banyak hubungan yang hancur karena setiap pihak hanya bersikeras menuntut teman atau pasangannya. Selalu menuntut adalah sifat yang kekanak-kanakan. Bukan hanya kepada pasangan atau sesama, kepada Tuhan pun kita terkadang selalu menuntut. Mari kita belajar menjadi dewasa, berhentilah menuntut dan mulai menabur kasih terlebih dahulu. Menerima memang kelihatannya enak dan menguntungkan, tetapi sebenarnya pihak pemberilah yang lebih berbahagia. Sebab akan selalu ada kasih, karunia dan berkat yang berlebih dari Tuhan untuk mereka taburkan bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN:

Janganlah menjadi pihak yang MENUNTUT, tetapi sebaliknya, jadilah yang terlebih dahulu MENABUR KASIH.

APLIKASI:

1. Periksalah diri Anda, menjadi pihak yang manakah selama ini? Pihak yang menuntut atau yang terlebih dahulu menabur kasih?
2. Apa yang Anda dapatkan jika Anda selalu menuntut?
3. Langkah apa yang akan Anda ambil untuk menjadi pihak yang terlebih dahulu menabur kasih?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ampuni kami jika selama ini kami selalu menuntut. Kami tidak mau terus menjadi anak-anak yang hanya mau diberi, kami mau menjadi dewasa di dalam Engkau. Berkati kerinduan kami untuk belajar menabur kasih terlebih dahulu, seperti Engkau telah lebih dahulu menabur kasih kepada kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!