Jaga Iman Hidup Dan Bertumbuh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kolose 2:6-15

RHEMA HARI INI
Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun diatas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Seorang Ibu pedagang tempe satu hari bersiap ke pasar untuk menjual dagangannya. Seperti biasa, dia membuka salah satu bungkusan tempenya, terkejut ibu ini mendapati tempenya ternyata belum jadi, tetapi masih setengah masak. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain, masih sama, tempe itu semua belum jadi. Ibu itu merasa sedih sebab terbayang ia tidak akan mendapatkan uang untuk hari ini. Dalam kesedihannya, ibu ini berdoa dan berserah pada pertolongan Tuhan dan yakin Tuhan akan menolongnya. Hari semakin terang, di tengah kebingungannya ibu ini bergegas untuk berangkat ke pasar, di sepanjang perjalanannya ia terus menaikkan doa permohonannya supaya Tuhan mempercepat proses peragian tempenya untuk bisa dijual.

Sampai di pasar, sambil mulai menggelar tempenya, kembali ibu ini membuka salah satu tempenya, dan ternyata masih belum jadi juga. Wajahnya bertambah murung. Tiba-tiba ia tersentak dengan sapaan seorang ibu yang bertanya, “Maaf ya, apakah ibu punya tempe yang belum jadi? Saya kebingungan kemana harus mencari-cari…” Ibu ini terbengong, sebab selama ia berjualan tempe belum pernah ada pembeli yang mencari tempe belum jadi. Sebelum ia menjawab, ibu ini berdoa dalam hati, “Tuhan, saat ini aku mau tempe ini belum jadi semua, amin.” Dalam sekejap ia membuka salah satu tempenya, dan tempe itu memang masih belum jadi. Dengan penuh semangat ia melayani ibu pembeli itu. Setelah transaksi selesai, ia bertanya, “Maaf bu, buat apa ibu membeli tempe yang belum jadi?” Jawab ibu itu, “Anak saya tinggal di Inggris, minta dibawakan tempe, nanti malam saya berangkat ke Inggris untuk berkunjung, saya perlu tempe yang besok baru jadi.” Dalam sekejap dagangan itu habis diborong.

Tuhan berkuasa atas berkat-berkat kita, bahkan cara memberkatipun bukan dengan cara kita. Tempe itu terlambat jadi bukanlah sebuah kebetulan, tetapi keteguhan hati ibu itu pada pertolongan Tuhan, membuat rencana Tuhan tergenapi dalam hidupnya. Meski seolah kenyataan berbeda dengan doanya, ibu ini tetap menjaga iman percayanya pada Tuhan. Itulah yang membuat rencana Tuhan terjadi dalam hidupnya. Demikian juga dengan kita, seringkali keadaan seolah berbeda dengan harapan dan doa kita, tetapi kita harus tetap menjaga iman percaya kita pada pertolongan-Nya. Jagalah iman Anda tetap hidup dan bertumbuh, sebab waktu Tuhan bukanlah waktu kita, cara Tuhan berbeda dengan cara kita, asal kita tetap beriman pada Tuhan, sesulit apapun masalah kita, seberat apapun penderitaan kita, Tuhan pasti menolong. Percayalah bahwa Tuhan pasti membuat mujizat bagi kita, tidak pernah terlambat, dan cara-Nya ajaib, sebab Tuhan kita adalah Allah yang ajaib. Amin.

RENUNGAN
Iman PERLU DIJAGA untuk tetap HIDUP dan BERTUMBUH, jangan biarkan iman menjadi kering dan layu.

APLIKASI
1. Bagaimana kondisi iman Anda saat ini, layu atau bertumbuh?
2. Mengapa kita perlu menjaga iman kita terus hidup dan bertumbuh?
3. Apa komitmen yang akan Anda buat supaya iman Anda bisa tetap hidup dan bertumbuh sehingga Anda bisa mengalami mujizat besar?

DOA UNTUK HARI INI
“Roh Kudus, kami perlu Engkau untuk menolong kami supaya iman kami terus hidup dan bertumbuh. Kami rindu iman kami terus kuat dan kokoh di dalam Engkau sehingga kami bisa mengalami mujizat besar untuk kemuliaan nama-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.