Jamahan Tuhan Yang Membangkitkan

manprayingRHEMA HARI INI
Yesaya 57:15 “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”

Inilah kisah seorang wanita bernama Reesee yang menjadi korban perkosaan dibawah todongan pistol. Seperti layaknya semua perempuan yang menjadi korban perkosaan, hidup Reesee benar-benar telah hancur. Kejahatan dan penyerangan itu terjadi ketika Reesee yang berusia 27 tahun dan dua temannya yang masih remaja sedang berbelanja. Pria itu memaksa Reesee masuk ke mobilnya dan kemudian memperkosanya di dalam mobil dengan todongan pistol. Segera setelah kejadian itu, pelaku mulai mengikutinya dan selalu berada dimana dia berada. Reesee pulang ke rumah dan menemukan kartu-kartu, kartu Natal, Tahun Baru, Valentine, dll. yang diselipkan di pintu rumah oleh sang pelaku. Ada juga telepon, pesan-pesan, terkadang saat Reesee keluar dari rumah, Reesee menemukan pesan-pesan itu di dalam mobil. Karena depresi yang berat, Reesee mencoba untuk bunuh diri. Suatu hari Reesee memutuskan untuk bunuh diri. Dia duduk dengan tangan penuh obat penghilang rasa sakit. Namun saat itu pria di televisi mencuri perhatiannya. Tiba-tiba saja Pat Robertson muncul di layar televisi, tidak tahu bagaimana awalnya. Sepertinya secara langsung dia berbicara pada Reesee. Wajahnya sangat serius dan dia bilang untuk jangan memakan obat-obatan itu karena ada Tuhan Yesus yang mengasihi Reesee. Pat mengatakan bahwa dia tahu jika Reesee berpikir Tuhan itu tidak peduli. Pat tahu jika Reesee berpikir Tuhan itu begitu jauh, tapi tidaklah seperti itu. Pat menambahkan jika Reesee merasakan rasa sakit di badannya maka Tuhanlah yang merasakannya. Pat mengatakan pada Reesee bahwa Yesus mencintainya, karenanya Reesee diminta meletakkan obat-obatan itu. Pat mengatakan pada Reesee bahwa bunuh diri bukanlah jalan keluar masalahnya. Dan hal itu sungguh menyentuh hati Reesee. Reesee meletakkan obat-obatan itu dan untuk pertama kalinya setelah dua tahun Reesee berbicara dengan Tuhan lagi. Dan Reesee tidak ingin kehilangan Tuhan lagi. Reesee merasa yakin dan tahu bahwa ia memang tidak berada di dunia yang serba gampang, banyak benturan dan goncangan yang dihadapi. Tapi ia percaya bahwa ada seseorang yang akan merasakan benturan itu bersamanya. Memang itu tidak gampang, tetapi jika ia bertahan maka Tuhan pasti akan menolong dan membangkitkan semangatnya kembali.

Terkadang tantangan yang kita hadapi cukup besar dan beban yang harus kita tanggung berat sekali. Hal itu menyebabkan kita membutuhkan double dosis makanan dan minuman rohani bagi roh dan jiwa kita. Inilah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus: Ketika Tuhan Yesus hendak menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya di dunia, yaitu: disalibkan sampai mati; maka terlebih dahulu Yesus mengajak murid-muridNya ke Taman Getsemani untuk berdoa. Apabila kita menghadapi tantangan yang berat namun tetap bersekutu intim dengan Tuhan, dekat dengan Tuhan, belajar mendengarkan suaraNya, terima pengurapan baru, terima kekuatan yang dari Tuhan maka kita yang sudah lemas akan dibangkitkan kembali,bersemangat kembali bahkan bisa melakukan perkara-perkara yang lebih besar yang tadinya mustahil dilakukan. (ABU)

RENUNGAN
Jamahan Tuhan sanggup MEMULIHKAN, menyegarkan, bahkan MEMBANGKITKAN kita kembali.

APLIKASI
1. Tantangan apakah yang sedang anda hadapi saat ini ?

2. Apa yang anda lakukan agar anda bangkit lagi ketika menghadapi tantangan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik kami bersyukur atas jamahanMu yang sanggup memulihkan,menyegarkan dan membangkitkan kami ketika kami datang kepadaMu. Amin