Jaminan Kesembuhan Dari Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 53:1-7

RHEMA HARI INI
Yesaya 53:4-5 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Ding Zui, “penyamar” atau “penjahat pengganti”. Istilah ini merujuk pada praktik menyewa pemeran pengganti untuk menghadiri pengadilan dan menerima hukuman di Tiongkok. Meski di era internet, Ding Zui sangatlah sulit dilakukan, tetapi cerita-cerita tentang praktek yang satu ini banyak ditemukan catatannya. Sudah bukan rahasia umum lagi, sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan mungkin lebih lama dari itu, orang kaya raya dan berkuasa dengan mudahnya menghindari hukuman dengan uang serta kekuasaan yang mereka miliki. Dengan mudahnya mereka membayar orang miskin yang ingin menyambung hidup keluarga mereka dan memanipulasi lembaga hukum yang tunduk pada kuasa mereka.

Namun, dalam sejarah umat manusia, satu kejadian yang berkebalikan 180 derajat terjadi. Justru Seorang Kaya Raya yang menggantikan hukuman mati bagi orang miskin. Dia adalah Tuhan Yesus. Demi menyelamatkan kita dari penghukuman yang tidak mungkin sanggup kita tanggung, Sang Raja rela meninggalkan takhta-Nya di sorga dan turun ke dunia. Hari ini, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, semua mata melihat bagaimana Yesus dipukuli, dicambuk, dan disalibkan. Sesungguhnya, saat itulah, sesuatu di alam roh tengah terjadi.

Alkitab mencatat bahwa “oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Hal itu berarti, setiap kali Yesus menanggung rasa sakit dari luka-luka yang diterima-Nya, penyakit dan kelemahan kitalah yang tengah ditanggung-Nya. Menurut tradisi Romawi, setiap terhukum yang dijatuhi hukuman cambuk akan disesah sebanyak 39 kali dengan cambuk berduri. Bisa dibayangkan betapa hancurnya tubuh Yesus sewaktu itu. Namun, Yesus rela karena Dia mengetahui besarnya kuasa di balik bilur-bilur-Nya. Supaya kita dapat menerima mujizat kesembuhan besar melalui bilur-bilur-Nya. Semua itu pun dimateraikan di atas kayu salib. Ya, “Sudah selesai.” Semua sakit-penyakit dan kelemahan kita sudah diselesaikan, sepenuhnya sudah dipatahkan kuasanya di atas kayu salib. Imani, jangan goyah, maka kita akan menerima janji kesembuhan itu. (MV.L)

RENUNGAN
BILUR-BILUR YESUS di hari Dia disalibkan menjadi JAMINAN KESEMBUHAN bagi setiap kita.

APLIKASI
1. Mengapa bilur-bilur Yesus bisa menjadi jaminan kesembuhan bagi Anda?
2. Mengapa Tuhan rela menanggung penghukuman demi Anda?
3. Bagaimana seharusnya Anda menyikapi jaminan kesembuhan dari bilur-bilur Yesus?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, sungguh besar pengorbanan-Mu bagi kami. Biarlah kami mengingat, setiap rasa sakit yang kami rasakan saat ini sesungguhnya telah Engkau tanggung dua ribu tahun yang lalu. Penyakit boleh menghampiri hidup kami, tetapi tidak lagi berkuasa atas kami. Sebab oleh bilur-bilur-Mu, kami telah disembuhkan. Kami percaya, kesembuhan itu pasti kami terima. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.