Jangan Dijelaskan Tetapi Nubuatkan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ayub 3:1-26

RHEMA HARI INI
Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Pak Iwan gelisah. Selama seminggu itu dagangannya sepi. Padahal minggu itu adalah batas waktu untuk membayar biaya sekolah kedua anaknya. Tak mau larut dalam kegelisahannya, ia kemudian mengajak istri dan kedua anaknya datang ke Pondok Daud. Di Pondok Daud mereka bersama mendoakan toko mereka dan kebutuhan biaya sekolah anaknya. Mereka mengucap syukur atas setiap berkat anugerah Tuhan yang telah mereka terima. Mereka memuji Tuhan yang selalu memberikan kelimpahan dalam keluarga. Mereka percaya bahwa Tuhan pasti memelihara karena Dia telah menetapkan masa depan yang gilang gemilang. Beberapa hari kemudian, doa permohonan mereka dikabulkan. Toko Pak Iwan kembali ramai pembeli. Akhirnya biaya sekolah kedua anaknya terbayar lunas.

Di dalam penderitaannya yang luar biasa, Ayub tetap percaya kepada Tuhan. Ayub selalu rindu akan kehadiran dan perkenanan Tuhan untuk mengatasi deritanya. Hal yang ditakuti Ayub adalah saat Allah tampaknya meninggalkan dia. Bahkan, saat berada di dalam tekanan dahsyat, Ayub tidak pernah mengutuki Allah, justru ia berdoa kepada-Nya memohon kemurahan dan pembebasan. Begitu pula dengan kisah Pak Iwan. Di tengah kekhawatirannya, Pak Iwan dan keluarganya tidak mau mengeluh dan saling menyalahkan, tetapi selalu berseru meminta pertolongan Tuhan.

Banyak orang terjebak dengan apa yang terlihat dan dirasakan dalam pergumulan keluarga mereka. Banyak orang mengeluh dengan apa yang sudah mereka punya dalam keluarga mereka. Banyak orang kecewa dengan apa yang terjadi di dalam keluarga mereka. Banyak orang khawatir dengan kondisi yang dialami dalam keluarg mereka. Pikiran dan perkataan mereka menjadi negatif seakan tanpa harapan. Mulai sekarang, belajarlah dari Ayub. Jangan perkatakan kondisi yang ada, yang terlihat oleh mata jasmani dan yang dirasakan ragawi, tetapi teruslah percaya dan bersandar kepadaNya, karena Dia Allah Yang Setia dan Mahakuasa yang pasti menolong kita.

RENUNGAN
JANGAN gunakan perkataan untuk MENJELASKAN KONDISI atau KEKUATIRAN yang ada dalam keluarga.

APLIKASI
1. Bagaimanakah kondisi keluarga Saudara saat ini? Adakah kekecewaan, kepahitan, dan kekhawatiran di dalamnya?
2. Doakanlah setiap pergumulan keluarga Saudara!
3. Ambilah komitmen untuk berhenti mengatakan hal yang negatif tentang keluarga Saudara, gantilah dengan perkataan profetik yang membangun dan memberkati!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami beryukur untuk semua berkat anugerahMu. Saat ini kami berdoa untuk setiap permasalahan keluarga kami. Ampunilah kami kalau selama ini kami sering mengatakan hal-hal yang salah. Mulai saat ini kami mau sepenuhnya percaya dan bersandar kepadaMu karena Engkau Setia dan Mahakuasa yang pasti selalu menolong kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.