JANGAN MENJADI ANAK YANG TERHILANG DARI HATI ORANGTUA

RHEMA HARI INI

Matius 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Nyna adalah seorang anak tunggal yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang sangat protektif. Di masa remaja, saat teman-temannya yang lain diijinkan oleh orangtua mereka untuk piknik bersama keluar kota, hanya Nyna saja yang tidak diijinkan oleh orangtuanya. Seringkali Nyna merasa tidak sabar ingin cepat dewasa dan bekerja di luar kota, sehingga ia bisa keluar dari rumah orangtuanya dan menjadi bebas. Waktu pun berlalu, kini tiba saatnya Nyna mencari kerja. Sengaja ia memilih kota yang jauh dari tempat tinggal orangtuanya. Karena kesibukan, tanpa Nyna sadari, hubungannya dengan orangtua menjadi semakin renggang. Hal ini tentu saja mendukakan hati kedua orangtuanya.

Bayi yang baru lahir sangat membutuhkan orangtuanya. Karena belum bisa melakukan apa-apa, maka peran orangtua menjadi sangat penting bagi seorang anak. Dengan sabar, orangtua mengajari anak bagaimana cara untuk makan, berjalan, berbicara dan lain sebagainya. Namun saat beranjak dewasa, seorang anak akan semakin mandiri dan bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Kebutuhan akan keberadaan orangtua pun makin tergeser. Apalagi jika sudah bekerja, kemudian menikah dan memiliki keluarga sendiri. Tak jarang anak menjadi terhilang dari hati orangtuanya.

Bagi seorang anak yang telah dewasa, di tengah segala kesibukan yang ada, tanpa sadar kita jadi melupakan orangtua. Seolah-olah kita bisa melanjutkan hidup tanpa orangtua. Atau dengan sengaja kita menjauhi orangtua kita karena merasa kecewa, malu dan sebab lainnya. Ingatlah, sebagai seorang anak, kita ini adalah pembawa sukacita bagi orangtua kita. Semakin hari umur orangtua kita semakin bertambah. Waktu yang dapat kita habiskan bersama mereka semakin berkurang. Maka dari itu selagi orangtua kita masih ada, marilah kita menjadi anak yang ‘kembali pulang’ kepada orangtua kita. Mari kita kembali menjadi pembawa sukacita dan kebanggaan bagi orangtua yang telah membesarkan kita.

RENUNGAN

Tanpa kita sadari, mungkin kita sudah menjadi ANAK YANG TERHILANG dari hati orangtua kita.

APLIKASI

1. Apakah yang dimaksud dengan anak yang terhilang?
2. Menurut Anda, apakah Anda menjadi anak yang terhilang dari hati orangtua Anda?
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk kembali pulang dan menyukakan hati orangtua Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, terima kasih untuk orangtua yang telah Engkau berikan bagi kami. Sebagai seorang anak, kami rindu untuk dapat menyukakan hati orangtua kami selagi kami masih bisa. Beri kami hikmat, ya Tuhan, agar kami bisa menjadi anak yang dapat membalas kasih dan pengorbanan orangtua kepada kami. Sehingga hubungan antara anak dan orangtua dapat dipulihkan di dalam-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!