Jangan Menyerah Dalam Peperangan Rohani

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Petrus 5:1-11

RHEMA HARI INI
1 Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Sudah lama kaki Bimo terus-terusan sakit. Kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu meninggalkan bekas pada kakinya. Apabila kelelahan, atau di udara dingin, sakit pada kakinya bisa kambuh secara tiba-tiba. Di musim penghujan seperti ini salah satunya, karena udara relatif lebih dingin dari biasanya, sakit pada kaki Bimo pun jadi sering kambuh. Malam itu ketika sedang menghadiri KKR, Bimo disadarkan untuk mendoakan dan memperkatakan perkataan profetik atas kondisi kakinya. Ia membayangkan bahwa kakinya sudah disembuhkan total oleh Tuhan Yesus. Ia membayangkan bahwa sekalipun cuaca menjadi dingin, sekalipun ia kelelahan, kakinya tidak akan pernah sakit lagi. Dan benar saja, esoknya ketika bangun, kakinya sudah tidak sakit lagi. Bimo sangat bersyukur dan bersukacita.

Beberapa bulan berlalu dan tiba-tiba kaki Bimo mulai kambuh lagi. Dalam hatinya sempat ada suara yang mengatakan bahwa mujizat yang ia alami hanya sementara saja. Namun ia cepat disadarkan oleh Roh Kudus. Ia kembali mengingat ayat-ayat yang ia baca di Alkitab. Sesegera mungkin ia kembali berdoa profetik serta membayangkan kesembuhan total pada kakinya. Seharian itu, sekalipun masih ada rasa sakit pada kakinya, tak sedetikpun Bimo mengindahkannya. Dan tanpa ia sadari, keesokan harinya, bahkan sampai saat ini, tidak pernah lagi Bimo merasakan sakit pada kakinya.

Apapun visi yang kita inginkan, apapun yang kita doakan, bayangkanlah itu dan percayalah dengan sungguh-sungguh bahwa kita sudah menerimanya. Sekalipun nantinya ketika kita sudah menerimanya, dan tiba-tiba sesuatu yang buruk terjadi, tetaplah teguh dan kokoh berdiri dalam iman. Jangan pernah gentar maupun ragu, tetapi sebaliknya, lawanlah iblis. Karena iblis pasti akan melakukan segala cara untuk menghalangi terjadinya visi dan mujizat dalam hidup kita. Bagian kita adalah untuk terus berjuang dalam peperangan roh sampai apa yang kita doakan dan percayai terjadi dalam dimensi roh sungguh-sungguh terjadi dalam dalam dimensi jasmani.

RENUNGAN
IBLIS pasti akan MENGHALANGI TERJADINYA VISI dalam hidup kita, tetapi JANGAN PERNAH MENYERAH dalam PEPERANGAN ROHANI.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berjaga-jaga menghadapi serangan iblis yang hendak menghalangi terjadinya visi dalam hidup kita?
2. Menurut Anda, mengapa iblis tidak ingin kita dapat menggapai visi yang dari Tuhan?
3. Bagaimana kiat-kiat Anda untuk mengalahkan iblis dalam peperangan rohani itu?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Bapa, kami mau belajar untuk dapat berdiri teguh dan kokoh untuk menggapai visi yang sudah Engkau beri bagi kami. Karena kami percaya Engkau sudah memberikan kemenangan dan masa depan yang gilang gemilang itu di tangan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.