Jangan Sampai Kehilangan Mimpi

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Pengkotbah 5:1-6

RHEMA HARI INI
Pengkotbah 5:6 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Tiap orang pasti punya mimpi. Tapi tidak semua mimpi muncul saat tidur, ada mimpi yang lahir saat seseorang tengah terjaga, bahkan sangat terjaga. Mimpi jenis ini ibaratnya bahan bakar. Menjadikan seseorang lebih dinamis, jarak yang jauh terasa dekat, halangan dan rintangan pun menjadi tak punya arti. Itulah mimpi yang digenggam orang tua untuk masa depan anak-anaknya. Untuk itu mereka rela bekerja mati-matian. Jika suatu kali, karena sesuatu sebab anak-anak mereka tidak bisa memenuhi harapan, bisa jadi orang tua akan merasa kehilangan mimpinya. Kehilangan harapan dan kehilangan semangat untuk berbuat apapun juga.

Mungkin ada di antara kita yang hari-hari ini mengalami hal serupa. Awalnya kita adalah orang yang sangat bersemangat. Semangat bekerja, semangat melayani, dan mulai meraih kesuksesan. Kita berada di zona nyaman, namun sesuatu terjadi. Sesuatu yang menjungkir balikkan dunia kita. Mungkin kehilangan seseorang yang sangat kita kasihi. Kehilangan pelayanan yang kita banggakan, kehilangan komsel yang sudah sekian lama dirintis. Atau kehilangan pertemanan yang sudah kita bangun sekian lama. Akibatnya kita mulai kehilangan semangat hidup, kehilangan mimpi. Lalu kita mulai mengurangi kesibukan dan memutuskan sudah saatnya pensiun.

Sebenarnya saat kita mengurangi kesibukan, berarti kita sedang mengikis mimpi dalam hidup kita. Tetap mempunyai kesibukan maka kita sedang menjaga mimpi kita tetap hidup. Pensiun dalam bekerja boleh, tetapi tidak boleh pensiun dalam berkarya. Hari ini, saatnya great revival, terimalah Roh Kudus dan pengharapan hidup kita yang sudah mati akan dibangkitkan kembali. Percayalah, Tuhan itu seperti seorang ayah yang sedang mengirim anaknya belajar di luar kota atau luar negri. Selama anak tersebut masih terus belajar atau mencari pengalaman kerja untuk meningkatkan pengetahuannya, tentunya sang ayah akan selalu mendukungnya dan mencukupi segala kebutuhannya. Demikian juga sebagai orang percaya, kita mempunyai panggilan untuk mengabarkan injil sampai ke bangsa-bangsa. Selama kita masih punya semangat, masih punya mimpi, maka Tuhan sanggup bangkitkan apapun yang kita kira sudah mati. Masih ada harapan jika kita mau bangkit hari ini juga. Kita kehilangan mimpi karena berpikir Tuhan kita mati. Tuhan kita tidak mati, Dia telah bangkit mengalahkan kematian. Dia Tuhan yang hidup dan sangat berkuasa.

RENUNGAN
PENSIUN atau mengurangi kesibukan bisa membuat kita KEHILANGAN MIMPI.

APLIKASI
1. Adakah mimpi Anda yang sedang mengalami kematian saat ini?
2. Apa yang ada di pikiran Anda saat Anda kehilangan mimpi?
3. Setelah Anda menyadari Tuhan mau membangkitkan setiap mimpi Anda yang sudah mati, apa yang akan Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur untuk rhema-Mu pada hari ini. Kami percaya Engkau adalah Allah yang hidup, Allah yang sanggup membangkitkan. Kami terima pengharapan baru hari ini, kami mau bangkit dan kembali berkarya. Selama kami masih hidup berarti kami kami harus berbuah bagi kerajaan-Mu. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.