Jangan Takut Memberitakan Injil

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 18:1-16

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 18:9-10 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

Sejenak Rendra ragu-ragu, antara rasa belas kasihan terhadap bapak tua yang duduk bersandar di pinggiran jalan dengan rasa ngeri melihat bercak-bercak darah di perban yang membalut kepala bapak itu. Namun kemudian Rendra memutuskan untuk taat pada dorongan Roh Kudus. Ia menghampiri bapak itu dan memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan juga uang. Ketika Rendra menawarkan diri untuk mendoakan bapak itu, dengan cepat bapak itu menjawab bersedia. Dan ketika Rendra berdoa di dalam nama Tuhan Yesus, bapak itu dijamah Tuhan, ia bercucuran air mata sambil ikut memanggil nama Yesus. Setelah doa selesai, bapak itu menyatakan bahwa ia ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Sederhana sekali bukan? Just like that! Ya, ketika kita mau melangkah memberitakan Injil, maka kuasa Tuhan menyertai. Kuasa Tuhan sendiri yang membackup pemberitaan Injil yang kita sampaikan, baik itu melalu perkataan maupun perbuatan.

Sadarkah Anda bahwa terkadang yang menjadi penghalang untuk kita memberitakan Injil bukanlah berasal dari orang lain diluar kita, tetapi penghalangnya ada di dalam diri kita sendiri. Ketakutan kita, keraguan kita, rasa malu kita, dan masih banyak lagi yang menjadi penghalang untuk kita memberitakan Injil kepada orang lain. Hari ini, buanglah semua penghalang itu. Mulailah dengan hal sederhana seperti membagikan link kesaksian atau link kotbah gereja kita kepada rekan, atau kerabat kita yang membutuhkan. Anda juga bisa mengirimkan Renungan Keluarga Allah baik berupa tulisan maupun video. Percayalah bahwa hal sederhana yang kita lakukan dapat berdampak besar, sebab kita melakukannya di momen pintu terbuka yang disediakan Tuhan ini.

RENUNGAN
JANGAN TAKUT memberitakan Injil, Tuhan SUDAH MEMBUKA PINTU tersebut, sehingga semua yang sulit MENJADI LEBIH MUDAH.

APLIKASI
1. Ketakutan atau penghalang apakah yang Anda rasakan dalam diri Anda saat memberitakan Injil?
2. Bagaimana Anda mengatasi penghalang yang ada di dalam diri Anda sendiri tersebut?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda tidak takut lagi dalam memberitakan Injil?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau meresponi panggilan-Mu untuk memberitakan Injil. Berikan roh keberanian dalam hati kami sehingga kami berani memberitakan Injil kepada orang-orang di sekeliling kami. Kami percaya tuaian jiwa-jiwa yang sangat besar akan Engkau nyatakan dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.