Jangan Terburu-Buru

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI
Amsal 19 : 1-11

RHEMA HARI INI
Amsal 19:2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Seakan tak percaya dengan pendengarannya, bu Sri berusaha mengerti apa yang dikatakan Lany anak perempuannya. Hamil di luar nikah, darah seketika naik ke kepala bu Sri. Lany sudah sering diingatkan untuk menjaga pergaulan, tapi Lany rupanya tidak menghiraukan ibunya. Dan sekarang terjadilah hal yang paling ditakutkan, Lany hanya bisa menangis ketakutan di hadapan ibunya. Bu Sri benar-benar naik pitam, ia memarahi Lany habis-habisan dan hampir mengusir Lany dari rumah karena membuat malu keluarga. Saat itulah Roh Kudus ingatkan bu Sri, lalu pergilah ia ke kamar untuk berdoa dan menenangkan diri. Dengan pertolongan Roh Kudus akhirnya bu Sri bisa menerima keadaan Lany, memaafkan dan bahkan menguatkan Lany untuk bisa bertanggung jawab atas kesalahannya. Seandainya bu Sri buru-buru mengusir Lany, entah apa yang akan terjadi pada anaknya itu. Yang pasti keadaan tidak akan bertambah baik dan membawa penyesalan panjang di belakang hari.

Saat kita mengalami keadaan begitu menghimpit dan memaksa kita sampai ke satu titik yang terasa tak tertahankan lagi, janganlah terburu-buru mengambil suatu keputusan. Walaupun rasanya tidak tahan untuk tidak memutuskan dan melakukan sesuatu. Dan wajar bila reaksi spontan kita mungkin marah, kecewa, putus asa bahkan ingin mati saja, tapi bersabarlah, kalau perlu ambil langkah mundur. Jangan teruskan reaksi kita menjadi tindakan nyata, sebab tidak akan pernah ada hasil yang baik dari suatu keputusan yang diambil dengan buru-buru saat keadaan terjepit. Akal dan pikiran kita sedang tidak dapat berfungsi dengan baik disaat seperti ini. Satu-satunya jalan adalah datang menghadap, berseru pada Tuhan. Minta kasih karunia dan petunjuk-Nya. Percayalah, Tuhan mampu mengatasi segalanya. Tangan-Nya tak kurang panjang untuk menolong kita. Datang hampiri tahta-Nya dengan rendah hati, akui semua kesalahan dan mengadu pada Tuhan, dengan kasih karunia-Nya kita akan bisa mengambil keputusan dan melakukan yang terbaik dan yang berkenan dihadapan Tuhan.

RENUNGAN
Jika kita TERBURU-BURU MENGAMBIL KEPUTUSAN ketika terhimpit beban berat, kita bisa menanggung KONSEKUENSI YANG MENYAKITKAN

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah mengambil keputusan secara terburu-buru dalam keadaan terjepit?
2. Apa akibat yang Anda tanggung akibat keputusan tersebut?
3. Bagaimana cara Anda untuk menghindar dari pengambilan keputusan secara ceroboh dan terburu-buru?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, ampuni ketidakpercayaan kami hingga kami sering tergesa-gesa mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya kepada-Mu. Beri kami hati yang sabar dan kesanggupan untuk mengendalikan diri kami sendiri. Ajari kami untuk senantiasa percaya kepada-Mu dalam situasi dan kondisi apapun dan ajari kami untuk selalu bergantung kepada-Mu sebab hanya di dalam Engkau ada kebebasan, damai sejahtera dan sukacita. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.