Jangan Tergesa-Gesa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Pengkotbah 8:2-8

RHEMA HARI INI
Pengkotbah 8:3 Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya.

Dua orang murid sekolah seni lukis mendapat tugas melukis dengan menggunakan cat minyak. Mereka berdua pun pergi menemui seorang pelukis dan bertanya-tanya tentang segala sesuatu mengenai lukisan cat minyak. Setelah merasa cukup mendapatkan informasi tentang apa yang ingin ia ketahui, salah seorang murid itu segera berpamitan. Ia ingin segera mengerjakan tugas melukisnya. Tapi yang seorang lagi tetap tinggal bersama si pelukis. Ia duduk diam-diam sambil terus memperhatikan pelukis itu bekerja. Ia perhatikan caranya mencampur cat, apa saja jenis kuasnya, bagaimana cara menyapukan cat ke kanvas, semua tak luput dari perhatiannya.

Dan tidak itu saja, keesokan harinya murid itu kembali lagi dan seharian mengamat-amati pelukis itu bekerja. Setelah beberapa hari, si pelukis yang mulai akrab dengan murid itu membagikan tehnik melukis yang didapatnya melalui pengalaman bertahun-tahun. Murid itu sungguh-sungguh memperhatikan dan mencatatnya dalam hati. Saat akhirnya ia mulai mengerjakan tugasnya, hasilnya jauh lebih bagus dari lukisan temannya. Seperti hasil karya pelukis kawakan saja layaknya.

Untuk dapat mengetahui apa yang terselubung memang perlu waktu dan ketekunan. Untuk mengenal Allah dan kekuatan-Nya yang tak terbatas hati kita harus siap untuk berlama-lama berendam dalam hadirat-Nya. Sebab butuh waktu untuk bisa masuk ke dalam tempat rahasia Allah yang tidak dapat ditemukan oleh banyak orang. Kita harus masuk lebih dalam, berjalan lebih dalam, tenggelam lebih dalam. Hari demi hari kita akan dibawa dalam level keintiman yang lebih. Sampai suatu titik kita akan menemukan tempat rahasia Allah dan kekuatan-Nya yang terselubung. Mari kita ambil komitmen untuk bayar harga lebih dalam kehidupan doa dan saat teduh pribadi kita. Jangan berdoa asal-asalan karena terburu-buru mengejar waktu, sebab kita tidak akan menerima sesuatu yang terbaik dari Tuhan. Kuasa Allah hanya akan diberikan bagi mereka yang mau duduk diam dihadapan Allah dan menanti-nantikan-Nya. (PF)

RENUNGAN
Orang yang TERGESA-GESA dan BURU-BURU BERLALU dari hadapan Allah JANGAN BERHARAP menerima sesuatu YANG TERBAIK dari-Nya.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menyiapkan waktu khusus untuk berdoa dan bersaat teduh?
2. Apakah perbedaan seseorang yang menanti sambil duduk dengan yang berdiri saja?
3. Bila Anda mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru, hasil apa yang biasanya Anda dapatkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni bila kami seringkali tidak bisa meluangkan waktu yang cukup untuk bersama dengan Engkau. Ingatkan kami Tuhan, bahwa keberhasilan kami hanyalah karena penyertaan-Mu dalam setiap pekerjaan yang kami lakukan. Terimakasih Tuhan, didalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.