Janji Perkenanan Tuhan Dalam Pengampunan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 6:5-15

RHEMA HARI INI
Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Orangtua. Mereka adalah orang-orang pertama di dunia ini yang seharusnya membuat kita merasa aman, hangat, dan terlindungi. Namun, ingatan pertama masa kecil Joyce tentang ayahnya adalah bagaimana ia dilecehkan secara seksual. Saat berumur 9 tahun, ia memberitahukan kepada ibunya mengenai apa yang sang ayah selalu lakukan kepadanya, tetapi ibunya tak mempercayainya. Di umurnya yang ke-12 atau 13, ayah Joyce berkata hendak mengajarinya untuk menyetir. Namun itu hanyalah akal-akalan untuk dapat memperkosanya. Perlakuan tidak pantas dari ayahnya dari waktu ke waktu menghancurkan hati Joyce. Terlebih lagi ketika ibunya memergoki apa yang dilakukan suaminya kepada anak mereka. Bukannya menolong Joyce, ia malah keluar dari rumah dan kembali dua jam kemudian dengan sikap biasa-biasa saja. Seolah tak ada yang terjadi.

Dengan segala hal buruk yang menimpa Joyce, rasanya mustahil untuk dapat mengampuni kedua orangtuanya. Namun, ia melakukannya. Meski sang ayah selalu mengelak dan menyangkali kenyataan, beberapa kali ia mencari ayahnya dan berkata bahwa ia telah memaafkan sang ayah atas semua yang terjadi di masa lalu. Bahkan, ia dan suaminya membelikan rumah untuk kedua orangtuanya. Bertahun kemudian, sang ayah mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan Joyce. Hubungan mereka pun Tuhan pulihkan dengan pertobatan sang ayah. Inilah kisah Joyce Meyer, salah satu pembicara dan penulis buku Kristen paling terkemuka dari Amerika. Kisah hidupnya telah menolong jutaan orang untuk menemukan pengharapan dalam masa-masa pahit hidup mereka.

Saat kepahitan menguasai hidup kita, mengampuni bukanlah topik yang ingin kita sentuh. Bahkan kalau bisa kita buang jauh-jauh. Namun, suka tidak suka, pengampunan adalah keharusan. Sebab, hanya dengan cara demikianlah, Tuhan bisa mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Saat hati kita benar di hadapan Allah, perkenanan-Nya akan turun atas kita. Mujizat kesembuhan batin bukan hanya terjadi dalam kita, Tuhan bahkan dapat memakai hidup kita untuk mendatangkan kesembuhan atas kepahitan dalam hidup banyak orang. (MV.L)

RENUNGAN
Ketika kita BISA MENGAMPUNI, perkenanan Tuhan akan SEMAKIN NYATA dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Apakah yang membuat Anda sulit untuk mengampuni orang yang bersalah kepada Anda?
2. Mengapa Anda harus bisa mengampuni?
3. Bagaimana Anda dapat mulai mengampuni orang tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ajarkan kami untuk dapat mengampuni orang-orang yang melakukan kesalahan kepada kami. Alirkanlah kasih-Mu daam hati kami dan kuatkan hati kami, agar kami dapat melakukan apa yang berkenan di hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.