Jebakan Iblis Untuk Mengisolasi

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 6:10-20

RHEMA HARI INI
Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis

Peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga” pun masih belum sebanding dengan apa yang sedang dialami Laila. Pasca menerima kabar bahwa kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, yang mana praktis menjadikannya seorang yatim piatu, Laila kini harus berjuang sendiri untuk bekerja sekaligus menyelesaikan kuliahnya. Beban berat itu pun seolah-olah sepertinya masih belum cukup, karena baru saja ia mendapat kabar bahwa bukan warisan yang orang tuanya tinggalkan, namun setumpuk hutang. Untuk melanjutkan kehidupannya saja ia sudah kepayahan, apalagi kini ditambah tumpukan hutang yang hampir jatuh tempo dengan nominal yang tidak sedikit.

Laila merasa sangat kesepian. Sebagai anak tunggal, ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Dan ia harus menanggung seluruh beban hidupnya itu seorang diri saja. Sudah lebih dari sebulan Laila tidak datang komsel semenjak kecelakaan itu. “Percuma saja aku datang, toh tidak ada juga yang dapat mengerti apa yang aku alami. Datang komsel juga tidak dapat menyelesaikan masalahku,” pikirnya. Rasa-rasanya ia sudah benar-benar tidak kuat lagi. Malam itu terbesit pikiran dalam benak Laila untuk mengakhiri hidupnya. Pisau sudah ada di tangannya, sampai tiba-tiba ada suara yang sangat jelas sekali di telinganya “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Laila pun terhenyak dan tangisnya pun langsung pecah. Firman Allah yang merupakan pedang Roh, telah menyelamatkannya. Alih-alih kehilangan nyawanya, malam itu justru hati Laila kembali dipulihkan.

Ketika kita sedang dilanda beban hidup yang berat, seringkali kita merasa sendirian, bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memahami apa yang kita alami dan rasakan, tak. Dan hal itu adalah celah bagi iblis untuk memasuki pikiran kita untuk menjebak kita agar mengisolasi diri kita sendiri dalam kesepian. Maka dari itu kita perlu mengenakan kelengkapan senjata Allah untuk melawan tipu muslihat iblis. Percayalah bahwa Allah adalah satu-satunya jawaban dalam hidup kita. Dia mengerti dan peduli kepada kita. Dan Dia jugalah Allah yang sanggup menolong kita keluar dari kesesakan kita.

RENUNGAN
Jangan biarkan IBLIS MENJEBAK kita untuk MENGISOLASI DIRI kita sendiri dalam kesepian

APLIKASI
1. Pernahkah Anda merasa sendirian dan kesepian?
2. Mengapa Anda harus mengenakan kelengkapan senjata Allah dalam kesepian Anda?
3. Menurut Anda, apakah yang harus Anda lakukan untuk dapat keluar dari kesepian?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan terima kasih untuk renungan hari ini, Engkau sudah mengingatkan kami untuk senantiasa mengenakan kelengkapan senjata Allah. Sehingga kami bisa menolak dan melawan tipu muslihat iblis yang hendak menjebak kami untuk mengisolasi diri dalam kesepian. Karena kami tahu bahwa kami tidak pernah sendirian sebab Engkau adalah Allah yang selalu beserta kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.