Juara Lomba PORPROV Sepatu Roda

Shallom pak Obaja, saya Zefanya pelayan Tuhan Departemen Praise and Worship. Saya ingin membagikan kesaksian saya atas apa yang Tuhan kerjakan atas keluarga kami beberapa waktu lalu. Saya mempunyai anak seorang atlet sepatu roda. Oleh karena kemurahan Tuhan, dia diijinkan untuk menjadi salah satu atlet PORPROV XV tahun 2018 di cabang olahraga sepatu roda mewakili kota Solo Oktober lalu. Untuk bisa menjadi atlet PORPROV, anak saya harus melewati beberapa kali seleksi. Di hari pertama lomba, anak saya main di mata lomba 500m dan dihitung catatan waktunya. Pada waktu itu, waktu yang dicapai anak saya 47,85 detik, dan ada 1 atlet sebelumnya catatan waktunya 46,sekian detik. Dalam 1 race anak saya, ada 1 atlet yang sudah sering mengikuti kompetisi di dalam dan luar negeri, mengikuti camp sepatu roda di Jerman, bahkan dia adalah salah satu atlet yang masuk tim ASEAN Games, dan catatan waktunya 43,sekian detik. Waktu itu saya lihat anak saya masih ada di nomor 3, “yah lumayan lah..” Tapi ternyata keadaan berubah setelah ada 1 atlet dengan catatan waktu 47,52 detik.
Setelah tahu hasil atlet tadi, spontan anak saya kecewa. Saya pun agak sedikit kecewa, karena selisih waktunya hanya 0, sekian detik. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, cuma kurang sekian detik, kenapa tidak Engkau ijinkan kemenangan itu didapatkan anak saya” Karena kebetulan hari itu hari Jumat, malamnya saya datang di Miracle Night Service (MNS). Waktu masuk di ruangan MNS, saya agak terkejut karena usher memberikan salam ke jemaat dengan mengatakan “TERIMA MUJIZAT” spontan saya jawab dengan mantap, “AMIN!”. Selama di MNS, Tuhan banyak ingatkan saya melalui pujian dan doa yang dinaikkan. Saya seperti ditegur oleh Tuhan, karena saya seolah menyalahkan Tuhan dengan kegagalan yang didapatkan anak saya.
Tuhan ingatkan saya seperti kisah Ayub yang ditegur oleh istrinya yang melihat Ayub begitu menderita dengan sakitnya. Tapi Ayub katakan kepada istrinya, “Apakah hanya yang baik saja yang mau kamu Terima dari Tuhan, sedangkan yang buruk kita tidak mau?” Dari situ saya diingatkan, bahwa tetaplah mengucap syukur atas setiap apapun keadaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Entah baik atau tidak, dan waktu doa dinaikkan, saya sangat dikuatkan dengan perkataan profetik yang dinaikkan, yaitu “Segala kuasa yang bukan dari Tuhan yang menghalangi Kuasa Tuhan bekerja, DIHANCURKAN!”. Pada waktu itu saya sangat dikuatkan. Saya sangat percaya bahwa saya pasti terima mujizat.
Besoknya pada waktu hari ke-2 lomba dilaksanakan, secara manusia sangat mustahil kalau anak saya bisa mendapatkan kemenangan. Karena anak saya tidak pernah lomba dengan jarak panjang. Dan hari itu, 2 mata lomba yang dia mainkan adalah jarak panjang semua yaitu 10 km dan 5 km, dan semua adalah mata lomba yang belum pernah dimainkan anak saya. Dan betul, di mata lomba 10 km, anak saya belum bisa mendapatkan kemenangan. Harapan kami hanya tinggal di 1 mata lomba lagi yang dimainkan beregu/tim, yang terdiri dari 3 orang. Pesan saya ke anak saya, “Lakukan yang terbaik, semampu yang kamu bisa lakukan, biarkan Tuhan bekerja menyatakan kuasaNya” Dan karena ini tim, jadi perhitungan waktunya dihitung dari pemain yang paling akhir masuk. Pada waktu tim anak saya mulai main, mereka punya target 1x putaran lintasan velodrom, harus dicapai dalam 30/31 detik. Dan mereka harus melakukan 16x putaran.
Pada waktu itu tim anak saya bisa mencapai 8 menit sekian detik dan sudah berada di posisi 3. Dan masih ada 6 tim yang belum main. Setelah selesai main, anak saya minta untuk berdoa. Kemudian kami cari tempat yang agak di belakang orang-orang dan kami bergandeng tangan berdoa. Sejak mulai anak saya main, saya terus berdoa dan berbahasa Roh sampai tim yang terakhir selesai main. Saya tidak membuka mata sama sekali, bahkan telinga saya, saya tutup terus. Hal itu saya lakukan, karena saya mau tetap fokus pada Tuhan. Saya tahu, ketika saya membuka mata/mendengar perkataan orang lain, itu akan melemahkan iman saya. Saya bilang sama Tuhan, “Tuhan, aku percaya bahwa hanya Engkau yang sanggup mengubahkan keadaan, hanya Engkau yang sanggup membalikkan keadaan, Dalam Nama Yesus Kemenangan TERJADI! Roh Kalah DIHANCURKAN!”
Tidak tahu kenapa, tiba-tiba pada waktu tim terakhir main, angin mendadak menjadi kencang, dan ini adalah satu keadaan yang berat untuk atlit sepatu roda. Karena angin bisa menahan kecepatan mereka, dan benar sekali, sampai akhirnya diumumkan waktu yang dicapai oleh atlit terakhir adalah 9 menit sekian detik. Spontan saya langsung berteriak PRAISE THE LORD!!! TUHAN YESUS BAIIIKK!!! Anak saya seolah tidak percaya bahwa akhirnya ketika kami bersatu hati dan berdoa dengan bergandeng tangan, Tuhan sanggup mengubahkan keadaan. Sampai-sampai dia berulang kali berkata “Betul nggak ini kalau aku menang.. Aku nggak MIMPI to??” Kemudian saya bilang, “Tuhan Yesus Baik, Kemenangan dinyatakan atas kamu.” Untuk sebagian orang, mungkin kemenangan yang kami peroleh adalah satu hal yang biasa, tapi bagi kami, kemenangan ini adalah bonus dari Tuhan, dan pengalaman pribadi kami dengan Tuhan, itu adalah kemenangan yang sesungguhnya. Tuhan sanggup melakukan semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Demikian kesaksian saya. Tuhan Yesus Memberkati.

Narasumber : Zefanya