Jujur Pada Tuhan Awal Mujizat Keluarga

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 2:1-22

RHEMA HARI INI
Amsal 2:7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

Seorang pria yang bekerja sebagai kontraktor umum untuk sebuah perusahaan besar tiba-tiba mendapati dirinya menjadi korban PHK. Ia segera berkeliling mengajukan resumenya untuk mendapatkan pekerjaan barunya, namun tanpa hasil. Setahun kemudian, ia mulai mengecat rumah, mengantar anak-anak ke sekolah dan berbelanja. Secara umum ia merasa sengsara dan tertekan. Krisis itu mulai menggoncang di dalam keluarganya, isterinya harus bekerja purna waktu sebagai guru les. Namun gajinya tidak bisa menyokong kebutuhan keluarganya. Tabungan mereka mulai habis dan nilai sekolah anak mereka yang beranjak remaja mulai turun drastis. Lalu si ibu bersikeras mereka harus mulai menjalani konseling. “Saya berkata bahwa konseling itu untuk saya, walau sesungguhnya itu adalah masalah keluarga saya.” Konseling itu sangat menolong, dan pria itu mulai kembali menjalani training untuk suatu karier baru. Ketika si anak melihat ayahnya bangkit, ia pun mulai belajar lebih keras lagi. Dalam waktu yang singkat, keluarga ini bangkit dari keterpurukannya.

Berani mengakui bahwa kitapun memiliki keterbatasan. Melangkah untuk mencari pertolongan dan mendapatkan nasehat dari seseorang yang lebih mengerti tentang masalah kita adalah keputusan yang tepat. Tidak seorangpun dari kita dilahirkan dengan kebijaksanaan dalam mengelola keluarga, terkadang perjuangan kita dalam berkeluarga justru membuat keadaan menjadi buruk. Dibutuhkan penasehat hebat untuk menolong kita, bersyukur kita memiliki Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita. Dia adalah Penasehat Ajaib. Tidak ada masalah tanpa jalan keluar bersama-Nya. Tuhan hanya membutuhkan kejujuran kita. Tanpa keterbukaan kita tentang masalah yang kita alami, sulit bagi Tuhan untuk berkarya. Tuhan Maha Tahu, bercerita dengan jujur membuat Tuhan senang dan itu adalah tanda kita siap untuk dipulihkan. Ketidakjujuran adalah tembok penghalang pemulihan. Ketidakjujuran pertanda kita belum siap dipulihkan. Itu sebabnya datanglah pada Tuhan dengan cerita jujur kita. Apapun masalah kita, Tuhan peduli. Tuhan punya solusi terbaik. Lakukanlah apa yang Tuhan mau. Tuhan akan melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Tuhan terlebih hebat dari masalah kita. Dia akan buat mujizat dan kita akan alami mujizat pemulihan keluarga. Jika kita mau mengalami mujizat pemulihan keluarga, datanglah kepada Tuhan dan ceritakan dengan jujur kondisi keluarga kita kepada-Nya.

RENUNGAN
Kalau kita mau mengalami MUJIZAT PEMULIHAN KELUARGA, datang kepada Tuhan dan CERITAKAN DENGAN JUJUR kondisi keluarga kita kepada-Nya.

APLIKASI
1. Masalah apa yang saat ini sedang terjadi dalam keluarga Anda?
2. Apakah Anda sudah memiliki hati yang jujur/terbuka di hadapan Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya keluarga Anda bisa mengalami mujizat?

DOA HARI INI
“Bapa, Kami bersyukur atas keluarga yang Engkau berikan. Kami juga bersyukur atas banyak hal yang kami alami dalam keluarga ini. Saat ini kami membawa hati kami yang terbuka kepada-Mu. Bekerjalah atas setiap kami Ya Roh Kudus. Kami percaya kuasa-MU sanggup mengadakan mujizat bagi keluarga kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.